Bupati dan Wakil Bupati Banggai Diusir Warga

Bagikan Artikel Ini

Banggai, Jurnalsulawesi.com – Korban penggusuran di lokasi Tanjung Kelurahan Keraton Kecamatan Luwuk menolak kehadiran Bupati Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo, Minggu (14/5/2017).

Penolakan dengan mengusir Bupati Herwin dan Wabup Mustar Labolo itu berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong Kelurahan Keraton Kecamatan Luwuk.

Baca Juga:

Dikutip dari Transsulawesi.com, Bupati Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo terlihat tergesa-gesa meninggalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lalong, Kota Luwuk, setelah diusir puluhan ibu-ibu warga tanjung.

Awalnya, kedatangan Bupati dan Wakilnya di RTH untuk menghadiri acara sepeda yang diselenggarakan Luwuk Bike Community”, Minggu, (14/5/2017). Namun, acara tersebut, bersamaan dengan acara kepedulian anak anak korban penggusuran dengan tema “Inta Torang Bermain” yang diselenggarakan Aisiyah Kabupaten Banggai.

Entah mengapa, Bupati dan Wabup langsung mengambil pengeras suara untuk berbicara dengan anak anak korban penggusuran tanjung. Niat hati ingin menyapa, warga tanjung dengan spontan membubarkan acara. Warga Tanjung yang sebagian besar terdiri dari kaum ibu ibu, marah dan menolak kehadiran orang nomor wahid di kota air banggai.

Herwin pun terdiam sejenak saat beberapa ibu ibu tak sudi jika ia hadir di acara tersebut, ia pun berhenti melanjutkan sepatah katanya.

Wabup Mustar Labolo yang kala itu sedang menghadapi penolakan dari ibu-ibu, malah terkesan reaktif berlebihan menanggapi penolakan warga tanjung. Ia pun mengambil pengeras suara dan menentang warga tanjung terkait politik pilkada berikutnya.

“Kamipun tidak dipilih akan datang tidak ada urusan”.Ujarnya.

Mendengar hal tersebut, kemarahan warga kian tersulut. Mereka meminta agar Herwin Yatim dan Mustar Labolo meninggalkan lokasi. Tampak salah satu warga, sambil menggendong anaknya histeris agar keduanya tidak lagi datang menemui mereka.

“Hancur kita perumah, hancur samua kita apa apa, pulang saja,” teriak salah seorang ibu.

Peristiwa pengusiran terhadap Bupati dan Wakil Bupati itu juga dibenarkan korban penggusuran lainnya.

“Iya, saat itu bupati hendak menyampaikan sambutan pada acara yang dilaksanakan oleh ibu-ibu Aisyiah,” ungkap Kiki Amstrong salah satu warga korban penggusuran.

Kiki menjelaskan, acara peringatan seratus tahun hari jadi Aisyiah digelar oleh ibu-ibu lembaga tersebut dengan memberikan perhatian kepada lima puluh anak korban penggusuran RTH tersebut.

Dia mengatakan, acara yang berlangsung pada pukul 08.00 waktu setempat itu tidak mengundang Bupati Herwin Yatim dan Wabup Mustar Labolo.

Namun, kata dia, secara tiba-tiba Bupati Herwin Yatim mengenakan kaos warna ungu dengan topik berwarna hitam memakai kacamata bersama Wabup Mustar Labolo yang mengenakan kaos berwarna biru dipadu putih merah dengan topi berwarna hitam menghadiri acara tersebut serta memohon izin kepada panitia atau penyelenggara kegiatan untuk memberikan sambutan.[***]

Source; Transsulawesi.com
Red; Sutrisno

loading...

Berita Lainnya

Google News