Bupati Tolitoli Intervensi Teknis Penyaluran Bantuan Sapi

Inilah sapi-sapi yang seharusnya sudah disalurkan kepada petani ternak sesuai ketentuan SK penerima bantuan, tetapi harus ditunda penyalurannya karena adanya intervensi dari Bupati Tolitoli. Sapi hanya boleh disalurkan kepada kelompok yang direkomendasikan bupati. [Ramlan]
Bagikan Artikel Ini
  • 158
    Shares

Tolitoli, JurnalNews.id – Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan disebut melakukan intervensi teknis penyaluran bantuan ternak sapi Tahun 2019, di Dinas Perkebunan dan Peternakan setempat.

Intervensi bantuan ternak sapi sebanyak 62 ekor itu, terungkap saat Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Sri Rahayu bersama Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan dan Peternakan menemui bupati, untuk melaporkan bahwa sapi-sapi bantuan tersebut telah disalurkan kepada para kelompok tani di Tolitoli, sesuai dengan prosedur.

Baca Juga:

Ketua kelompok tani ternak Cahaya Li’u, Desa Tinigi, Kecamatan Galang, Rosanuddin yang turut hadir saat pejabat dinas itu menemui bupati menyebutkan, Bupati Moh. Saleh Bantilan melarang sapi-sapi tersebut disalurkan kepada kelompok peternak yang sudah ditetapkan sesuai dengan SK penerima bantuan.

“Kata bupati kepada dua pejabat ini, sapi tersebut jangan disalurkan dulu ke kelompok peternak. Nanti saya carikan kelompok kelompok lain,” ucap Rosanuddin menirukan ucapan bupati kepada bawahannya, Minggu (17/11/2019).

Menurut Rosanuddin, semua kelompok masyarakat yang menerima bantuan sapi tahun ini, adalah mereka yang mendapat persetujuan Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantulilan. Padahal seharusnya bantuan diberikan kepada kelompok penerima lain yang sudah ditetapkan sesuai prosedur di dinas terkait.

“Walaupun ada kelompok masyarakat yang masuk dalam Sistem Penyuluh (Simluh) dan mendapat SK untuk menerima sapi, tetapi tidak diizinkan untuk diberikan bantuan. Bupati tidak mengizinkan sapi bantuan diberikan kepada kelompok yang tidak direkomendasikannya,” katanya.

Loading…

Rosanuddin mengaku, kelompoknya adalah salah satu kelompok tani ternak yang telah bermohon secara resmi melalui dilengkapi proposal ke dinas untuk mendapatkan bantuan sapi tahun ini, namun tidak direspon oleh Bupati Tolitoli.

“Saat saya diajak menghadap bersama orang dinas pada Sabtu (16/11/2019) kemarin di Villa milik Bupati di Desa Lalos, bupati bersikukuh agar kelompok kami jangan diberikan bantuan. Bahkan kedua pejabat itu diancam akan dipecat, jika tidak mengindahkan perintahnya,” tutur Rosanuddin.

Ia juga mengaku heran dengan sikap bupati yang terkesan terlalu jauh mencampuri teknis penyaluran bantuan sapi. Bahkan hingga menekan pihak dinas, agar mengikuti keinginannya walaupun kelompok tani ternak yang diarahkan tidak sesuai aturan, karena kelompok yang ditunjuk bupati tersebut adalah kelompok dadakan yang belum pernah ada sebelumnya.

“Kami ini juga rakyat Indonesia dan warga kabupaten Tolitoli yang taat pajak,. Tapi herannya, hanya untuk mendapatkan bantuan pemerintah seperti ternak sapi sangat sulit, karena bukan keluarga bupati,” keluhnya dengan nada sedih.

Sementara, untuk kelompok tani lain bisa sangat mudah mendapatkan bantuan ternak sapi dari pemerintah Kabupaten Tolitoli. Sedangkan kelompoknya, sangat sulit mendapat bantuan tersebut, karena tidak mendpat rekomendasi dari Bupati Tolitoli.

“Mudah-mudahan kami dari kelompok tani Desa Tinigi bisa dapat bantuan saat bupati sudah diganti. Mungkin sudah menjadi nasib dan kali ini belum rejeki kami untuk dapat bantuan sapi,’ ujarnya lirih. [***]

Penulis; Ramlan Rizal

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA