Bupati Tolitoli: Transaksi Non Tunai Cegah Penyalahgunaan Dana

  • Whatsapp
Sosialisasi dan implementasi Gerakan Transaksi Non Tunai di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli, Rabu (17/6/2020) pagi. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 85
    Shares

 

Tolitoli, JurnalNews.id – Bupati Tolitoli Moh. Saleh Bantilan mengatakan, gerakan transaksi non tunai bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sekaligus meningkatkan penggunaan transaksi non tunai di kalangan masyarakat, pelaku bisnis dan lembaga-lembaga pemerintah.

Baca Juga

Hal tersebut dikatakan bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Drs. Hi. Mukaddis Syamsuddin, M.Si pada sosialisasi dan implementasi Gerakan Transaksi Non Tunai di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli, Rabu (17/6/2020) pagi.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan
Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) bekerjasama dengan PT. Bank Sulteng Cabang Tolitoli.

“Pola transaksi non tunai ini dijalankan sebagai upaya untuk mencegah penyalahgunaan dana,” kata bupati.

Dengan penerapan transaksi non tunai kata Bupati, diharapkan manipulasi dalam pengelolaan dana dapat diantisipasi lebih awal sehingga bisa mencegah terjadinya korupsi.

Advertisements

“Gerakan transaksi non tunai ini juga akan memberikan dampak yang signifikan pada perubahan-perubahan di semua bidang, salah satunya dalam pengelolaan keuangan desa yang makin maju, yang ditandai dengan perubahan paradigma menuju era digital berbasis teknologi informasi dan komunikasi secara cepat, tepat, akurat dan akuntabel,” jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tolitoli dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Badan Iskandar Dj. Dahlan, S.Sos menyampaikan kegiatan ini sebagai transparansi dan efisiensi serta mendorong perluasan akses perbankan.

“Sekaligus meningkatkan kompetensi dan tanggungjawab segenap aparatur Pemerintah di daerah, di mana dalam menjalankan transaksi keuangan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan berdampak sangat signifikan di semua bidang, termasuk pengelolaan keuangan yang makin modern yang ditandai dengan paradigma manajemen berbasis teknologi informasi yang menghubungkan antara instansi secara cepat tepat dan akutabel.

Walaupun masih dilakukan secara bertahap dan belum semua dilakukan secara non tunai di mana salah satu upaya yang telah dilakukan adalah bersinergi dengan Bank Sulteng, Bank BRI dan Bank BNI.

Manfaat transaksi non tunai ini kata Iskandar antara lain dari sisi keamanan dapat mencegah tindakan kriminal kepada kepastian dana yang disalurkan pemerintah menjadi tepat sasaran kepada penerimanya bahwa aliran dari seluruh transaksi dapat ditelusuri sehingga lebih akuntabel.

Menurut Iskandar, pemerintah daerah tidak harus memegang uang tunai, seluruh transaksi diajukan dengan bukti yang sah, pengendalian yang baik dan belanja daerah lebih efisien.

Pimpinan PT Bank Sulteng Cabang Tolitoli Sultan, S.Sos mengatakan, tahapan-tahapan yang tahun kemarin atas permintaan pemerintah daerah dalam pelaksanaan non tunai telah dilaksanakan.

“Sehingga Bank Sulteng menyiapkan kembali secara teknologi dan secara aplikasi dalam pelaksanaan transaksi non tunai di Kabupaten Tolitoli,” jelasnya.

Dijelaskan pula, hampir semua daerah sudah menyiapkan pelaksanaan tahapan-tahapan dalam kelancaran aplikasi transaksi non tunai.

“Implementasinya akan dilaksanakan dan langsung mempraktekan gerakan transaksi non tunai agar semua bisa memahami demi kelancaran transaksi non tunai,” tutupnya.

Penulis: Rahmadi Manggona/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News