Cabuli Muridnya, Oknum Guru Honorer di Sigi Ditangkap Polisi

Kapolsek Palolo Iptu. Abd Halik memberikan keterangan pers terkait perbuatan cabul yang dilakukan oknum guru honorer terhadap muridnya sendiri, Selasa (28/7/2020). [Humas Polres Sigi]
Bagikan Artikel Ini
  • 521
    Dibagikan

Sigi, JurnalNews.id – Seorang oknum guru honorer berinisial BP, warga Desa Kamarora Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ditangkap Polisi dan ditetapkan sebagai tersangka, karena tega mencabuli salah satu muridnya, yang masih di bawah umur.

Tersangka diamankan jajaran Polsek Palolo, Polres Sigi, berdasarkan laporan Polisi LP-B/14/VI/2020/Polda Sulteng/Res-Sigi/Sek-Pll, tanggal 16 Juni 2020, tentang tindak pidana kasus perbuatan cabul terhadap anak dibawa umur.

Baca Juga:

Kapolsek Palolo Iptu. Abd. Halik kepada wartawan mengatakan, sebelum melakukan aksi bejatnya tersangka (BP) mengancam korban yang seharusnya dilindunginya tersebut. Korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP itu diancam akan diberikan nilai raport buruk, jika tidak menuruti keinginan pelaku.

“Tidak tanggung-tanggung, korban dicabuli sebanyak 3 kali di dua tempat yang berbeda. Pertama pelaku melakukan perbuatan bejatnya di halaman sekolah sebanyak satu kali dan di salah satu penginapan di Kota Palu sebanyak dua kali,” tutur Kapolsek Palolo Iptu. Abd. Halik, dalam konfrensi pers, Selasa (28/7/2020).

Menurut Kapolsek, terbongkarnya kasus ini bermula ketika pelaku mengirim SMS kepada korban dengan kata-kata berbau porno. Tanpa sengaja, SMS dari pelaku tersebut dibaca orang tua korban. Melihat ada SMS dengan kata-kata tak pantas tersebut, orang tua korban bertanya kepada korban apa maksud dan tujuan SMS yang dikirimkan pelaku itu.

“Korban akhirnya berterus terang telah menjadi budak nafsu oknum guru honorer tersebut. Kemudian orang tua korban langsung melapor ke Polsek Palolo,” terangnya.

Sebelumnya ditangkap kata Abd. Halik, pelaku sempat kabur. Aparat Polsek Palolo kemudian melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Babinkamtibmas bersama aparat Desa setempat dengan mengundang istri pelaku.

“Kami meminta agar istrinya menelpon pelaku agar menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku akhirnya berhasil kami amankan,” tutupnya.

Sementara, pelaku (BP) yang merupakan guru honorer ini kepada sejumlah waratawan mengakui telah melakukan pencabulan, dengan alasan dilakukan suka sama suka.

“Tidak ada paksaan pada korban, saya dan siswi saya sama-sama jatuh cinta,” ucap BP.

Atas perbuatannya, BP disangkakan Pasal 81 ayat (2) dan (3) UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu no 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang atau Pasal 82 ayat (1) dan (2) jo pasal 76E UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tentang perlindungan anak menjadi UU, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. [***]

Editor: Sutrisno/*

loading...

Berita Lainnya

Google News