Cari Pelaku Pengeroyokan, Massa Bakar Ban dan Datangi Kampung Baru

Bagikan Artikel Ini

Luwuk, Jurnalsulawesi.com – Ratusan Massa kembali membakar ban bekas di sejumlah titik di Kota luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (23/8/2017) siang.

Penutupan jalan dan pembakaran ban terdapat di tiga titik yakni jembatan pasar Simpong, Kelurahan Kompo, dan pertigaan SDN Maahas.

Baca Juga:

Sebelumnya, ratusan orang dari sejumlah kelurahan di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, mendatangi wilayah Kelurahan Kampung Baru, Rabu dini hari, sekira Pukul 01.00 WITA.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, ratusan warga dari lima kelurahan, yakni Kelurahan Simpong, Karaton, Maahas, Kompo, dan Kelurahan Jole ini mendatangi Kelurahan Kampung Baru, lantaran Nurcholis Saputra Dayanun (23), warga kelurahan Jole, dianiaya oleh warga Kelurahan Kampung Baru, hingga meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Bagian Operasional Polres Banggai, Kompol Margianta melalui sambungan telepon selular mengatakan, situasi saat ini telah kondusif.

“Hingga pukul 10.00 Wita tadi, massa dari berbagai kelurahan di kota Luwuk yang mendatangi kelurahan Kampung Baru sudah mencair. Tidak ada kosentrasi massa lagi yang terlihat di wilayah Kampung Baru,” kata Margianta yang dikutip Kompas.com.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, personel dari Polres Banggai dan sejumlah polsek-polsek disiagakan di wilayah Kampung Baru dengan senjata lengkap.

Dia mengimbau warga untuk tidak terprovokasi dengan adanya isu yang sudah berkembang saat ini. Menurut Margianta, kasus pengeroyokan hingga menewaskan Nurcholis merupakan pidana murni.

“Polisi saat ini telah menahan lima orang tersangka. Namun kemungkinan besar jumlah tersangka akan berkembang,” katanya.

Diketahui, Nurholis merupakan pegawai magang di Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Banggai. Saat kejadian korban ditemukan tergeletak tak berdaya dengan sejumlah luka di Kompleks Kehutanan, Kelurahan Baru, Luwuk Sulawesi Tengah.

Spontan, usai menguburkan jenazah Nurcholis, keluarga mencari para pelaku yang di duga merupakan warga Kelurahan Mangkio, Kompleks Kehutanan. Massa kemudian meluapkannya amarah mereka dengan membakar ban di depan waralaba KFC usai maghrib. Aksi pun melebar dengan cepat, hingga aksi bakar ban terjadi di beberapa titik di kota Luwuk.

Keluarga korban berang atas kejadian yang menimpa Nurholis, dimana korban di aniaya kemudian di tinggalkan tergeletak tengah tak berdaya di jalan depan kampus FKM Untika Luwuk.

Pada aksi malam sebelumnya, beberapa massa keluarga korban mengatakan tindakan tersebut tidak manusiawi. “utus, torang pe sepupu di bikin macam binatang,” ujar seorang demonstran yang sedang marah dan enggan menyebutkan namanya.[TSC/KC]

Editor; Sutrisno

loading...

Berita Lainnya

Google News