Cegah Stunting dengan Rutin Mengukur Tinggi-Berat Badan Anak

  • Whatsapp
Ilustrasi | Foto: Kominfo
Bagikan Artikel Ini
  • 19
    Dibagikan

JurnalNews – Stunting atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily menjelaskan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mempunyai peran penting untuk turut serta menurunkan angka Stunting.

Lihat Juga

Stunting masih menjadi PR besar bagi kita semua. Problem kita saat ini, kita masih menghadapi stunting sangat serius. Ini akar serius. Perlu ada rekomendasi kebijakan dari KPPPA untuk menurunkan angka stunting di Indonesia,” kata Ace usai memimpin raker yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu Januari 2021.

Untuk mencegah Stunting, para orang tua perlu melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan rutin mengukur tinggi dan berat badan anak.

Riset Kesehatan Dasar (2018) mencatat prevalensi Stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Angka ini menurun dari 37,2 persen pada Riskesdas 2013.

Pertumbuhan anak menjadi salah satu faktor kunci dalam memantau gejala Stunting.

Pertumbuhan anak merupakan penambahan ukuran fisik dari tubuh anak secara keseluruhan maupun organ, baik berupa penambahan jumlah sel atau pembesaran. Pertumbuhan umumnya ditandai dengan bertambahnya tinggi dan berat badan anak.

“Mengukur dan memantau pertumbuhan anak penting dilakukan orang tua untuk dapat mengambil langkah demi mencegah gagal tumbuh dan stunting,” ujar ahli kesehatan anak, dr Conny Tanjung, dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

Berita Terkait

Google News