Cuaca Terik, BMKG: Tidak Benar Terjadi Gelombang Panas di Indonesia

  • Whatsapp
Ilustrasi cuaca terik. [Twitter BMKG]
Bagikan Artikel Ini
  • 33
    Shares

JurnalNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau suhu panas dan terik di wilayah Indonesia meningkat dalam beberapa hari terakhir. BMKG menyebutkan, Kondisi tersebut bukan termasuk gelombang panas.

Hal tersebut disampaikan BMKG menyusul beredarnya pesan berantai melalu media sosial bahwa gelombang panas kini melanda Indonesia. Dari berita yang beratai yang beredar disebutkan, bahwa kini cuaca sangat panas, suhu pada siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius, dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin.

Baca Juga:

Menanggapi informasi tersebut, BMKG melalui akun Twitter @infoHumasBMKG yang dikutip JurnalNews.id pada Sabtu (14/11/2020) menjelaskan, bahwa berita yg beredar itu tidaklah benar.

Menurut BMKG, kondisi suhu panas terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas.

Dijelaskan, Gelombang panas dalam ilmu klimatologi adalah periode cuaca panas yang tidk biasa yg berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut lebih dan disertai kelembapan udara yang tinggi.

“Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut,” sebut BMKG.

BMKG menjelaskan, apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tadak dikatakan sebagi gelombang panas. Gelombang panas umumnya terjdi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari.

Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat. Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut.

Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, maka semakin meningkat panas di area tersebut dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut. Berdasrkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

BMKG mencatat, suhu lebih dari 36C terjadi di Bima, Sabu di Sumbawa pada catatan meteorologis tganggal 12-11-2020. Suhu tertinggi pada hari itu di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima yaitu 37,2C.

“Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan November,” cuit BMKG.

Berikut beberapa hal penyebab meningkatnya suhu maksimum dalam beberapa hari terakhir seperti disebutkan BMKG:

1. Pada bulan November, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator.

2. Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali yaitu di bulan November dan April, sehingga puncak suhu maksimum mulai dari Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut.

3. Cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan. Cuaca cerah di Jakarta dalam dua hari terakhir berkaitan dengan berkembangnya siklon tropis VAMCO di Laut Cina Selatan.

5. Yang menarik, masa udara dan awan-awan sehingga menjauhi wilayah Indonesia bagian selatan sehingga cuaca cenderung menjadi lebih cerah dalam 2 hari terakhir. [***]

Editor: Sutrisno

loading...

Berita Lainnya

Google News