Dapat Nomor Urut 1, Ihwan Silap Lidah Sebut KPUD Kaltim

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Advertisements
Pleno pengundian nomor urut Pilkada Gubernur Sulteng di KPUD Sulteng, Selasa (25/8/2015). [Foto:IST]

Palu, Jurnalsulteng.com- Komisi Pemilihan Umum Daerah Sulawesi Tengah (KPUD Sulteng) menggelar sidang Pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur di Kantor KPUD, di Jalan S. Parman, Kota Palu, Selasa (25/8/2015). Sidang pleno dipimpin Ketua KPUD Sulteng, Sahran Raden.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Longki Djanggola-Sudarto dan pasangan Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam mengikuti sidang pleno tersebut di antara teriakan para pendukugnya.

Baca Juga:

Sidang dimulai pukul 14.15 WITA dan berlangsung tidak kurang dari dua jam lamanya. Saat pencabutan nomor undian, pasangan petahana Longki-Sudarto mendapat bola A dan Pasangan Rusdi-Ichwan mendapat bola B. Karena mendapat bola A, pasangan Longki-Sudarto diberi kesempatan pertama untuk memilih pipa paralon berisi nomor urut pasangan. Begitu pula Rusdi-Ihwan. Akhirnya setelah
dibuka, Longki dan Sudarto mendapatkan nomor urut 2. Sementara Rusdi-Ihwan mendapat nomor urut 1.

“Dengan ini ditetapkan bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Rusdi Mastura-Ihwan Datu Adam mendapat nomor urut 1. Pasangan Longki Djanggola-Sudarto mendapat nomor urut 2. Nomor inilah yang akan dipakai sebagai identitas calon di alat peraga kampanye sampai kertas suara,” sebut Ketua KPUD Sulteng, Sahran Raden.

Advertisements

Yang bikin heboh saat diberi kesempatan memberikan sambutan, Calon Wakil Gubernur Ihwan Datu Adam sempat silap lidah menyampaikan penghormatannya kepada Ketua KPUD Kalimantan Timur.

Hal ini bisa dimaklumi karena Ichwan lama menetap di Kalimantan Timur. Silap lidah ini sempat membuat pendukung pasangan Rusdi-Ihwan terdiam. Untung kemudian Rusdi meminta maaf atas kesilapan itu.

Sementara pasangan Longki Djanggola dan Sudarto ketika diberi kesempatan menyampaikan imbauan agar para pendukung Koalisi Teruskan harus selalu bersikap santun. Tidak melanggar aturan-aturan hukum dan perundangan yang berlaku serta tidak melakukan pelanggaran etika.

Advertisements

“Kita harus mengajarkan pada masyarakat politik yang cerdas dan demokrasi yang cerdas. Kita harus berjuang dan bekerja untuk kemenangan secara jujur dan benar,” tandas Longki.

Adapun Sudarto meminta para pendukung untuk saling menghormati dan menghargai.

“Tidak perlu saling menjatuhkan. Tidak perlu saling menjelekkan. Kita semua ini bersaudara jadi mesti saling mengingatkan,” tutup Sudarto.

Sesuai dengan tahapan, Kamis (27/8/2015), KPUD akan memulakan masa kampanye dengan mendeklarasikan kampanye damai.[***]

Wartawan; Mahbub
Editor; Sutrisno

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News