Diadukan, Hari Ini KPU Donggala Disidang di DKPP

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulteng.com – Terkait adanya pengaduan salah satu bakal calon bupati yang tidak lolos dalam pendaftaran calon bupati Donggala, hari ini Rabu (28/8/2013) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Donggala, Sulawesi Tengah, dijadwalkan akan disidang oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

“Kami disurati DKPP. Suratnya kami terima Senin (26/8). Tapi kami meminta ditunda dulu,” kata Ketua KPU Donggala Mahfud Masuara di sela-sela pelatihan bimbingan teknis dan tata cara rekapitulasi penghitungan suara di Palu, Selasa (27/8/2013).

Baca Juga

Mahfud meminta jadwal sidang etik DKPP tersebut ditunda karena sudah terlanjur menjadwalkan kegiatan di daerah. Undangan kegiatan tersebut juga sudah beredar, diantaranya bimbingan teknis rekapitulasi suara.

“Kami minta sidangnya diagendakan hari Rabu (28/8),” katanya.

Dia mengatakan anggota KPU dan tim verifikasi bakal calon bupati/wakil bupati yang diadukan ke DKPP akan bertolak ke Jakarta Selasa malam sehingga dapat menghadiri sidang DKPP Rabu pagi.

“Kami harus mengatur sedemikian jadwal supaya agenda Pilkada Donggala juga tidak terhambat,” katanya.

Mahfud mengatakan KPU dan tim verifikasi diadukan oleh bakal calon bupati Andi Ilham Pettalolo/Kaharuddin karena dianggap KPU tidak transparan dalam hal penilaian kelayakan dukungan 16 partai politik nonkursi di parlemen daerah.

Dia mengatakan KPU sangat siap menghadapi sidang etik DKPP tersebut karena seluruh proses dalam verifikasi dukungan calon bupati sudah dilakukan sesuai ketentuan.

Khusus Ilham Pettalolo yang diusung oleh 16 partai politik nonkursi DPRD sudah diverifikasi sampai ke partai induknya di Jakarta.

“Mengecek partai nonkursi ini luar biasa susahnya. Ada sebagian partai tidak ada lagi sekretariatnya,” kata Mahfud.

Selain itu, kata dia, ada pengurus partai yang mengusung bakal calon bupati, tetapi setelah diverifikasi, pengurus partai itu sudah pindah ke partai lain.

“Apakah kita mau loloskan seperti itu. Kan tidak mungkin,” katanya.

Dia mengatakan seluruh hasil verifikasi terhadap partai pengusung sudah dilakukan dalam dua tahap yakni tahap pertama sebanyak 10 partai dan tahap kedua enam partai.

“Mungkin karena yang mereka terima hanya verifikasi enam partai, makanya kami dianggap tidak transparan,” katanya.

Mahfud mengatakan seluruh bukti-bukti verifikasi tersebut sudah disiapkan dan akan dibuka di hadapan DKPP.***

sumber:antarasulteng.com

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News