Diberhentikan DKPP, Siapa Calon Pengganti Ruslan Husen di Bawaslu Sulteng?

Ruslan Husein. [Antara]
Bagikan Artikel Ini
  • 50
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang digelar pada Rabu (4/11/2020) kemarin, menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian tetap kepada Ruslan Husen sebagai komisioner Bawaslu Provinsi Sulteng. Ruslan diberhentikan bersama empat komisioner Bawaslu Kabupaten Banggai.

Lalu siapa nama calon pengganti Ruslan Husen sebagai Anggota Bawaslu Sulteng? Terdapat tiga nama yang merupakan calon Pengganti Antar Waktu (PAW) berdasarkan hasil seleksi di Bawaslu RI tahun 2018 lalu.

Baca Juga:

Berikut nama-nama yang berpeluang menjadi pengganti Ruslan Husen yang dikutip dari SultengNews jejaring JurnalNews:

1. Arman Yamin Pagala, SP
Arman Yamin Pagala adalah salah seorang aktivis dan juga akademisi yang sempat mengajar di Universitas Tadulako sebagai dosen tidak tetap. Arman adalah urutan keempat dari tiga komisioner tahap pertama. Saat mendaftar sebagai calon komisioner Bawaslu tahun 2018 lalu, Arman Yamin Pagala masih bermukim di Kota palu, karena istrinya merupakan salah satu dosen di Universitas Terbuka Palu.

Namun saat ini, Arman Yamin Pagala dikabarkan sudah pindah domisili dan bermukim di Sulawesi Barat. Jika syaratnya harus ber KTP Sulteng, maka pindah domisili agan menjadi batu ganjalan bagi Arman Yamin Pagala untuk bisa menjadi PAW menggantikan Ruslan Husen. Ganjalan lain, disiplin ilmu Arman Yamin Pagala adalah pertanian, sementara posisi yang ditinggalkan Ruslan Husen adalah divisi hukum Bawaslu Sulteng.

2. Inong Laude, SH,MH
Inong Laode juga adalah aktivis dan sehari – harinya fokus mengurus bisnisnya. Inong Laode adalah urutan ke lima setelah Arman Yamin Pagala. Jika melihat disiplin ilmunya, Inong Laode sangat berpeluang menggantikan Ruslan Husen, karena secara linear dia menempuh disiplin ilmu hukum S1 hingga S2.

Selain itu, Inong Laode juga masih berdomilisi di Kota Palu, serta belum terafiliasi dengan partai politik manapun.

3. Dr. Abdul Gafur
Dr. Abdul Gafur juga akademisi yang saat ini mengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Saat ini, Dr. Abdul Gafur masih mengajar aktif mengajar di IAIN Palu. Dari informasi yang diperoleh media ini, Dr. Abdul Gafur memiliki sedikit kendala terkait masalah integritas. Namun belum diketahui pasti masalah integritas yang dimaksud.

Dr. Abdul Gafur adalah urutan ke enam dari enam nama yang diputuskan Bawaslu RI tahun 2018 lalu. Dari enam nama itu, tiga yang menjadi anggota Bawaslu Sulteng yakni Ruslan Husen, Zatriawati dan Sutarmin. Sementara tiga nama lagi yakni Arman Yamin Pagala, Inong Laode dan Dr. Abdul Gafur disiapkan menjadi calon PAW.

Seperti diketahui, DKPP telah memberhentikan secara tetap Ruslan Husen sebagai komisioner Bawaslu Sulteng karena dinilai telah melanggar etika terkait dengan aduan Herwin Yatim dengan nomor perkara 109-PKE-DKPP/X/2020. Ruslan dinilai tidak cermat dan profesinal dengan memberikan keterangan kepada media terkait Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dua kepala daerah di Sulteng yang salah satunya adalah Herwin Yatim.

Selain Ruslan Husen, DKPP juga memberhentikan secara tetap empat komisioner Bawaslu Banggai yakni Bece Abd Junaid (Anggota merangkap Ketua), Muh. Adamsyah Usman, Nurjana Ahmad dan Marwan Muid. Keempatnya dinilai telah melanggar etika karena tidak cermat dengan mengeluarkan rekomendasi surat nomor 502/K.ST-01/PM.05.01/V/2020 perihal penerusan pelanggaran administrasi pemilihan tertanggal 1 Mei 2020.

Surat rekomendasi dari Bawaslu Banggai itulah yang menjadi dasar KPU Banggai mengeluarkan surat TMS kepada pasangan Herwin Yatim dan Mustar Labolo. [***]

loading...

Berita Lainnya

Google News