Diduga Ada Pelanggaran, Ombudsman Investigasi Pembangunan Tanggul Silebeta

  • Whatsapp
Pembangunan tanggul Silebeta di sepanjang Teluk Palu. [Foto: Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 101
    Shares

Palu, JurnalNews.idOmbudsman Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng), kini sedang menginvestigasi pembangunan tanggul Teluk Palu atau tanggul Silebeta (Silae, Lere, Besusu Barat dan Talise, karena diduga dalam proses pelaksanaannya, pihak BWSS III Sulteng belum melengkapi dokumen perizinannya, seperti izin pelaksanaan reklamasi dan izin lokasinya.

Hal itu disampaikan Ketua Ombusman RI Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng), Sofyan Farid Lembah dalam keterangan tertulis, Kamis (30/9/2020).

Baca Juga:

“Sesuai instruksi presiden nomor 10 tahun 2018, khususnya pasal 36 huruf a , di situ disebutkan bahwa gubernur memfasilitasi proses perizinan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana yang artinya proses perizinan tidaklah diabaikan dalam pembangunan tanggul teluk Palu tersebut,” sebut Sofyan.

“Untuk saat ini, kami meminta kepada pihak BWSS III untuk melengkapi dokumen perizinannya sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada termasuk memenuhi kewajiban perbaikan dokumen AMDAL sesuai arahan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Tengah,” tambah Nasrun Asisten Muda Ombudsman Sulteng.

Advertisements

Nasrun mengatakan, dalam kaitan investigasi selain dilakukan mapping masalah dalam observasi di lokasi pembangunan tanggul, Ombudsman juga melakukan Rapat Koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi, Dinas Perikanan dan Kelautan, Badan Pendapatan Daerah dan Dinas SATPOL PP Provinsi untuk mengklarifikasi temuan temuan lapangan dalam pembangunan tanggul Teluk Palu.

Advertisements

“Ombudsman berharap, pihak BWSS III dan pihak ketiga tunduk pada ketentuan perundang – undangan yang berlaku termasuk membayar retribusi daerah,” tandas Nasrun yang dilansir SultengNews jejaring JurnalNews.

Seperti diketahui, proyek tanggul tsunami yang menelan dana senilai Rp250 miliar itu dibangun di Teluk Palu sepanjang 7,2 kilometer dengan dana utang luar negeri.

Tanggul pengaman tsunami yang dikerjakan PT Adhi Karya (persero) tersebut melintasi empat kelurahan di sepanjang peisir teluk Palu yakni Kelurahan Silae, Lere, Besusu Barat dan Talise. [***]

Advertisements

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Lainnya

Google News