Diduga Palsukan Tanda Tangan Dokumen, Kabid Dikdas Tolitoli Dipolisikan

  • Whatsapp
Ilustrasi
Bagikan Artikel Ini

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Imran Besik dilaporkan ke Polres Tolitoli, terkait dengan dugaan pemalsuan tanda tangan dokumen.

Pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Kabid tersebut dilaporkan menyangkut gambar mobiler yang tertera di dalam kontrak pekerjaan pengadaan barang dan jasa milik Kepala Seksi Dikdas Dinas Dikbud setempat.

Baca Juga:

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Polres Tolitoli, Ipda Kades membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima. Namun pihaknya masih melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dan belum memeriksa terlapor.

“Sekarang kita baru melakukan pamanggilan saksi-saksi. Pemanggilan tersebut baru sebatas wawancara,” jelas Kasi Pidum itu, Rabu (26/4/2017).

Menurutnya, terkait adanya laporan pemalsuan itu pihaknya masih tengah melakukan pengembangan.

“Yang pasti saat ini kita sedang lakukan pemanggilan saksi soal laporan tersebut,” katanya.

Kabid Dikdas, Imran Besik yang dikonfirmasi menyangkut laporan mengenai dirinya yang dipolisikan menjelaskan bahwa pemalsuan dokumen itu sebetulnya tidak perlu dipersoalkan, apalagi hal tersebut berkaitan dengan dokumen kontrak proyek pengadaan mobiler yang mendesak dikerjakan pihak rekanan.

“Saya sudah pernah minta maaf, bahkan saya datang ke rumahnya. Saya tanda tangani kontrak karena yang bersangkutan dalam kondisi sakit,” akunya.

Dia menyesalkan laporan yang dilakukan Kasi Diknas selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Moh Taufik ke pihak kepolisian itu.

“Padahal saya sudah minta maaf, sebaiknya laporan tersebut dicabut,” pinta Imran. [***]

 

 

Kontributor; Alan
Red; Agus Manggona

loading...

Berita Lainnya

Google News