Dilimpahkan ke JPU, Ketua DPW PAN Sulteng Jadi Tahanan Kota

  • Whatsapp
Ketua DPW PAN Sulteng, Oscar Rasyid Paudi. [SultengTerkini]
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Penyidik Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menangani kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan tersangka Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulteng, Oscar Rasyid Paudi, melimpahkan berkas tahap II kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pelimpahan berkas tahap II berupa barang bukti dan tersangka itu berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, Senin (17/6/2019).

Baca Juga

JPU Kejari Palu, Lucas J Kubela kepada wartawan membenarkan, pihaknya telah menerima pelimpahan berkas tahap II atas nama Oskar Rasyid Paudi dengan barang bukti berupa kwitansi, bukti transfer uang dari korban (Irvan) via ATM dan rekening langsung, serta tanda terima uang dan bukti rekening koran dari Bank Mandiri dan BNI, dengan nilai sekira Rp500 juta.

“Oskar dilakukan penahanan sebagai tahanan kota. Berdasarkan pertimbangan permohonan status penahanan dari tersangka,” jelasnya yang dikutip Infopena.

Menurutnya, tahanan kota itu berlaku selama 20 hari, sejak Senin 17 Juni 2019 sampai Sabtu 6 Juli 2019.

“Bila yang bersangkutan akan keluar Kota Palu, maka harus ada pemberitahuan atau izin dari kejaksaan,” katanya.

Dia mengatakan, penahanan ini bisa diperpanjang atau sebelum jangka 20 hari, berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan.

“Untuk itu tersangka Oscar dikenai wajib lapor seminggu sekali setiap hari Kamis, guna memastikan bahwa yang bersangkutan masih berada di Kota Palu,” tutupnya.

Sementara, Kuasa hukum tersangka, Sutanto Saganta yang ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Palu, mengatakan pihaknya telah memasukan surat penanguhan penahanan, sehingga kliennya hanya berstatus tahanan kota. Pengajuan tersebut dilakukan sesuai pasal 21 KUHAP, yakni tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan melakukan perbuatan berulang.

“Selain itu pertimbangan lainnya karena anak dari klien kami sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Gorontalo. Klien kami juga masih anggota dewan di Kabupaten Banggai yang sedang menjalani tugas kedewanan,” ujarnya.

Kata dia, kasus yang menimpa kliennya adalah terkait penipuan dan penggelapan dana pribadi milik Irvan Dj Nouk.

“Tapi menurut klien kami, uang yang dipakai tersebut uang partai. Jadi tidak benar itu uang pribadi Irvan Dj. Nouk,” katanya.

Ketua DPW PAN Sulteng, Oscar Rasyid Paudi disangkakan dengan pasal 378 dan pasal 372 KUHP atas penipuan dan penggelapan dana partai. [***]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News