Dinkes Tolitoli Sudah Lakukan Screaning 13 Ribu Orang

  • Whatsapp
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli Arham A. Jacub, SH. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 61
    Shares

Tolitoli, JurnalNews.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli melalui Dinas Kesehatan secara rutin melakukan tracing terhadap orang-orang yang diketahui punya riwayat perjalanan dari luar daerah ke wilayah Kabupaten Tolitoli.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli Arham A. Jacub, SH mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli, sejak 17 Maret 2020 sampai dengan 9 Mei 2020, jumlah orang yang discreaning oleh surveilans di 15 Puskesmas se Kabupaten Tolitoli sudah mencapai 13.989 orang.

Baca Juga

Dari jumlah tersebut total Orang Dalam Pemantauan (ODP) hanya sebanyak 62 orang namun 22 orang di antaranya sudah selesai masa ODP sehingga masih ada 40 orang dengan status ODP dan masih harus menunggu hasil rapid test kedua.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Tolitoli sampai saat ini berjumlah 15 orang. Dari jumlah PDP tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 5 orang dan 8 orang dinyatakan negatif sedangkan sisanya 2 orang masih berstatus PDP.

Saat ini ada 14 orang yang dikarantina di fasilitas Karantina yang disiapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli. Dari 14 orang tersebut terdapat 2 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang diisolasi di ruang khusus di tempat Karantina.

Arham A. Jacub juga menjelaskan bahwa pada Minggu (10/5/2020) siang, juga dilakukan rapid test terhadap 16 orang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Ferry Julung-Julung yang tiba dari Kota Tarakan Kalimantan Utara dan merapat di Pelabuhan Hi. Hayyun Tolitoli.

Dari keseluruhan ABK yang terkonfirmasi reaktif sebanyak 7 orang. Berdasarkan kondisi tersebut Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan, SH, MH selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memerintahkan untuk melarang seluruh ABK meninggalkan kapal dan menutup rampdoor kapal selama bersandar di pelabuhan Hi. Hayun, serta meminta kepada pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) untuk memulangkan KM Julung-Julung kembali ke Kota Tarakan.

Sebagai upaya untuk terus mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tolitoli, pintu perbatasan jalur darat makin diperketat.

“Kita tidak ingin ada penambahan jumlah kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tolitol,” kata Arham.

Arham menambahkan, kendaraan pengangkut kebutuhan dasar masyarakat (sembako), pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas, pengangkut material bangunan, jasa pengiriman, ambulance masih diperkenankan untuk masuk.

“Tapi harus melalui pemeriksaan dan sterilisasi bagi awak kendaraan yang hanya dibatasi 2 orang (sopir dan pembantu sopir) maupun barang yang diangkut, sedangkan orang tidak lagi diizinkan masuk,” tutupnya. [***]

Editor: Rahmadi Manggona/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News