Diperiksa Kejati, Hidayat: Saya Tidak Menerima Sepeserpun

  • Whatsapp
Wali Kota Palu, Drs Hidayat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Kantor Kejati Sulteng, Senin (6/7/2020). [Revol]
Bagikan Artikel Ini
  • 89
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Wali Kota Palu Hidayat, memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Senin (6/7/2020). Hidayat diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan fee pembayaran sisa hutang jembatan Palu VI sebesar Rp2 miliar, yang mengalir ke sejumlah oknum DPRD Kota Palu.

Hidayat diperiksa sekira tiga jam di ruang penyidik Kejati Sulteng sejak ba’da Dzuhur. Ia sempat keluar sekira pukul 16.00 Wita untuk istirahat dan kembali masuk ruangan untuk melanjutkan pemeriksaan.

Baca Juga

Sekira satu jam kemudian, Hidayat keluar lagi untuk melaksanakan Shalat Magrib.

Kepada sejumlah wartawan mengaku tidak tahu menahu terkait proses pembayaran utang jembatan tersebut.

Advertisements

Ia juga membantah mengenai pernyataan pihak DPRD bahwa pembayaran utang tersebut tidak melalui pembahasan di DPRD. Buktinya, kata dia, ada rekaman dan notulen rapat Banggar yang diberikan kepadanya.

“Saya juga tidak menerima sepeserpun kalau ada fee itu,” katanya.

Selain Hidayat, pada hari yang sama mantan anggota DPRD Kota Palu, Hamsir juga diperiksa penyidik di ruangan berbeda.

Berbeda dengan Hidayat, Hamsir nampak sudah selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 16.05 Wita.

Advertisements

Asisten Pidana Khusus Kejati Sulteng, Edwar Malau mengatakan, sedianya hari ini ada empat orang yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Namun dua orang lainnya, yakni anggota DPRD Kota Palu, Thompa Yotokodi dan mantan anggota DPRD, Yos Soedarso Mardjuni tidak menghadiri panggilan pemeriksaan.

Sebelumnya, penyidik Kejati Sulteng juga telah memeriksa pihak perusahaan, di antaranya direktur, komisaris dan staf, masing-masing berinisial HP, NM, MR, SY, AR, AS, RS dan AS (dari pihak pemerintah)

Selain itu juga turut memeriksa anggota dan mantan anggota DPRD Kota Palu, seperti IR, SA, DB, AL, IA, IL, DW, IC dan HK.

“Dari semua yang diperiksa, semua terbuka kemungkinan siapa yang salah, terhadap siapa pembuktian kesalahan tersebut,” ujarnya.

Kasus pembayaran utang Jembatan IV Palu dari “kicauan” seorang mantan anggota DPRD Kota Palu, Sopyan R Aswin.

Sopyan mempermasalahkan adanya pembayaran utang jembatan saat Kota Palu baru saja dilanda bencana alam. Ia pun menduga ada praktik suap sebesar Rp2 miliar kepada beberapa oknum anggota DPRD dari pihak PT GDM selaku kontraktor pembangunan jembatan. [***]

Advertisements

Penulis: Ikram
Editor: Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News