Dirut PDAM Donggala Diberhentikan

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Bupati Donggala, Kasman Lassa, secara resmi memberhentikan Arifin Abdurrahim Ssos, dari jabatan Direktur Utama PDAM Uwe Lino, Donggala melalui Surat Keputusan (SK) nomor: 188.45/0320/Bag. ekon2 SDA/2017, tentang pemberhentian sementara.

Pemberhentian Arifin Abdurrahim S.Sos dari jabatan Dirut PDAM itu buntut dari desakan karyawan yang beberapa kali melakukan aksi demo dan menyatakan tak ingin dipimpin oleh Abdurrahim. Namun SK pemberhentian yang dikeluarkan Bupati Donggala Kasman Lassa itu hanya sementara.

Baca Juga

Surat keputusan pemberhentian Dirut PDAM Uwe Lino tersebut disampaikan langsung Wakil Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, dihadapan ratusan pegawai saat mendatangi Kantor PDAM, Jumat (26/5/2017) sore.

SK pemberhentian tersebut dikeluarkan setelah Katusan karyawan PDAM Uwe Lino Donggala kembali gelar demo Jumat (26/5/2017) kemarin. Demo yang kembali mereka lakukan itu masih seperti tuntutan awal, yang akhirnya  tuntutan itu dikabulkan Bupati Donggala dan Badan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum  Uwe Lino.

“Saya terus mengamati serta mendengar masukan tentang PDAM. Tentunya, kita tidak memperbolehkan prestasi PDAM mundur hanya karena satu orang. Seluruh karyawan harusnya merasa nyaman. Oleh karena itu, saya tetap mengedepankan keinginan aspirasi dari karyawan PDAM,” ujar Wakil Bupati Donggala, Vera Elena Laruni

Pemberhentian Dirut PDAM Uwe Lino Donggala merupakan buntut dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan karyawan Perusahaan Air Minum Daerah Donggala. Selama hampir dua pekan, karyawan mendesak Bupati untuk segera memberhentikan Abdurrahim Ssos, karena dinilai sewenang-wenang selama menjabat sebagai pimpinan.

Selain itu karyawan dalan beberapa aksinya juga menyebutkan bahwa Abdurrahim Ssos, juga terindikasi penyalahgunaan terhadap keuangan perusahaan serta penilaian kerja yang tak maksimal.

Keputusan itu disambut haru seluruh karyawan PDAM Uwe Lino.  “Kami senang karena tuntutan sudah terpenuhi, Kami bisa bekerja kembali dengan rasa aman dan harmonis tanpa ada tekanan dan arogansi dari pimpinan,” ucap salah satu karyawan dengan nada haru.

Selama  unjuk rasa berlangsung  ratusan pegawai PDAM  Uwe Lino, Donggala, tidak membuat pelayanan adminsitratif terganggu. Dari sekitar 150 lebih karyawan, sebanyak 90 persen mengikuti unjuk rasa.

“Pelayanan administratif seperti pembayaran tagihan, pemasangan baru, dan pengaduan layanan tetap berjalan seperti biasa. Hanya demo yang pertama saja yang terganggu, saat itu kami tutup lebih awal sekitar pukul 09.00 Wita,” terang karyawan yang tidak ingin disebutkan namanya. [***]

Rep; Jufri Malewa/*
Red; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News