Disebut Mirip Bom Hiroshima, Ledakan di Libanon Tewaskan Puluhan Orang dan Ribuan Terluka

  • Whatsapp
Ledakan di Libanon, pada Selasa (4/8/2020) petang. [Foto: AFP/STR]
Bagikan Artikel Ini
  • 664
    Shares

JurnalNews.id – Dua ledakan besar terjadi pesisir Beirut, Libanon, pada Selasa (4/8/2020). Berdasarkan sejumlah video yang tersebar di media sosial, kepulan asap pekat terlihat membumbung tinggi ke langit Beirut beberapa detik kemudian ledakan besar terdengar sampai ke seluruh penjuru Beirut.

Ledakan terdengar bersamaan dengan gelombang asap berbentuk jamur yang langsung menyapu wilayah sekitar sumber ledakan hingga puluhan kilometer.

Baca Juga:

Guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk dan bangunan di sebagian Beirut terutama dekat sumber ledakan pecah dan terbakar.

Sebanyak 70 orang dinyatakan tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang terjadi sekira Pukul 18.00 waktu setempat.

Advertisements

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (5/8/2020), menurut data yang terekam oleh Pusat Studi Bumi Jerman (GFZ), ledakan yang cukup besar itu juga mengakibatkan gempa lokal dengan magnitudo 3.5.

Suara dentumannya dilaporkan terdengar hingga Siprus yang berjarak 200 kilometer di lepas laut Mediterania. Ledakan juga menghancurkan sebagian besar pelabuhan, dan membuat kepulan asap tebal.

Getaran dan gelombang akibat ledakan membuat kaca bangunan pecah hingga beberapa kilometer.

Presiden Libanon Michel Aoun memaparkan gudang tersebut disebut menyimpan 2.750 ton amonium nitrat

Ia mengatakan ribuan ton amonium nitrat itu tersimpan secara tidak aman di sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut selama kurang lebih enam tahun.

Senada dengan Aoun, Direktur Keamanan Umum Libanon, Mayor Jenderal Abbas Ibrahim, mengatakan ledakan tersebut disebabkan oleh bahan peledak masif.

“Adalah naif jika menggambarkan ledakan besar seperti itu hanya disebabkan oleh kembang api dan sejenisnya,” kata Ibrahim kepada stasiun televisi Libanon.

Menurut Abbas Ibrahim, ledakan itu diduga kuat berasal dari sebuah gudang yang menyimpan bahan dengan daya ledak tinggi yang disita dari sebuah kapal beberapa tahun lalu.

Mirip Peristiwa Hiroshima
Gubernur Beirut, Marwan Abboud, mengatakan ledakan besar yang terjadi di ibu kota Libanon itu mengingatkannya pada peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang saat Perang Dunia II.

Pihak berwenang menuturkan korban tewas dan terluka masih dapat terus bertambah menyusul evakuasi dan penyelamatan masih berlangsung.

“Peristiwa ini mirip dengan apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki. Dalam hidup saya, saya belum pernah melihat kehancuran dengan skala besar seperti ini. Ini adalah bencana nasional,” ujar Abboud seperti dikutip CNN.

Sebelum insiden terjadi, kebakaran dilaporkan terjadi di sebuah gudang yang menjadi sumber ledakan. Berdasarkan sejumlah video yang tersebar di media sosial, kepulan asap pekat terlihat membumbung tinggi ke langit Beirut beberapa detik kemudian ledakan besar terdengar sampai ke seluruh penjuru Beirut.

Advertisements

Ledakan terdengar bersamaan dengan gelombang asap berbentuk jamur yang langsung menyapu wilayah sekitar sumber ledakan hingga puluhan kilometer.

Guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk dan bangunan di sebagian Beirut terutama dekat sumber ledakan pecah dan terbakar.

Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan.

Abboud langsung mengunjungi lokasi ledakan beberapa jam setelah ledakan terjadi. Berbicara di belakang puing dan kepulan asap bangunan, Abboud sempat menangis saat memaparkan kejadian dan kronologi ledakan.

Meski begitu, ia bersama aparat keamanan Libanon belum bisa memastikan penyebab ledakan. Namun, Abboud mengatakan sumber ledakan berasal dari sebuah gudang di dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan “bahan peledak besar”.

Ia mengatakan 10 petugas pemadam kebakaran Beirut hilang tak lama setelah ledakan berlangsung. Abboud menuturkan 10 petugas pemadam kebakaran itu dikerahkan untuk mematikan kebakaran gudang dan tak lama ledakan terjadi.

“Kami belum tau penyebabnya (ledakan). Yang jelas ada kebakaran terjadi dan (petugas pemadam kebakaran) datang untuk memadamkan api, lalu ledakan terjadi dan mereka hilang. Kami sedang mencari mereka,” ujar Abboud.

Satu WNI Terluka
Seorang warga Indonesia dilaporkan menjadi korban luka akibat peristiwa ledakan di pelabuhan Beirut, Libanon.

“Ada 1 WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE),” tulis Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, melalui pesan WhatsApp yang dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (5/8/2020).

Faizasyah mengatakan WNI itu sudah dikontak oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut.

“Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan. Kondisinya stabil, bisa bicara dan berjalan. Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter RS dan sudah kembali ke apartemennya di Beirut,” lanjut Faizasyah.

Selain itu, menurut Faizasyah secara umum kondisi WNI di Libanon dalam kondisi baik pasca ledakan.

Duta Besar RI untuk Libanon, Hajriyanto Y Tohari, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan simpul-simpul WNI melalui pesan WhatsApp dan mengimbau mereka untuk segera melapor jika berada dalam situasi tidak aman.

“KBRI Beirut telah melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI,” kata Hajriyanto melalui rilisnya.

Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.

Advertisements

Sementara itu, secara terpisah, Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Libanon, Hamzah Assuudy Lubis, melalui akun Instagram mengatakan sejauh ini mahasiswa RI di Libanon yang berjumlah 65 orang dalam keadaan aman. [***]
Sumber: CNNIndonesia
Editor: Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News