Ditlantas Polda Sulteng Tindak 1.619 Pengendara dalam Operasi Patuh Tinombala 2020

  • Whatsapp
Dirlantas Polda Sulteng Kombes Polisi Kingkin Winisuda. [Foto: Humas Polda Sulteng]
Bagikan Artikel Ini
  • 23
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Setelah berjalan selama dua pekan, Operasi Patuh Tinombala 2020 yang digelar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan jajaran telah berakhir, pada Rabu (5/8/2020) pukul 23.59 wita.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng Kombes Pol Kingkin Winisuda, SH, SIK dalam keterangnnya melalui Humas Polda Sulteng mengatakan, selama pelaksanaan operasi Patuh Tinombala 2020 Direktorat Lalu Lintas telah melakukan penindakan sebanyak 1.619 pengendara kendaraan bermotor (Ranmor), dengan rincian 869 tilang dan 750 teguran.

Baca Juga:

“Untuk tilang didominasi oleh pengendara roda dua sebanyak 773 dengan rincian, pelanggaran tidak menggunakan helm SNI 503, melawan arus 34, dan 30 pelanggararan berkendara di bawah umur,” jelasnya di Palu, Kamis (6/8/2020) pagi.

“Sedangkan untuk 750 teguran kebanyakan pengendara kendaraan tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker,” tambah perwira berpangkat tiga melati ini.

Advertisements

Menurut Kingkin, sepanjang Operasi Patuh Tinombala 2020 digelar telah terjadi 20 kali insiden kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia 5 orang, luka berat 10 orang, dan luka ringan 19 orang dengan total kerugian sebesar Rp49.600.000,-.

Advertisements

“Angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh Tinombala 2020 mengalami penurunan 13,04% dibandingkan ops patuh tahun 2019,” terangnya.

Sedangkan 20 kasus angka kecelakaan lalulintas terjadi di wilayah Palu 5 kasus, Donggala 6 kasus, Parigi Moutong 5 kasus, Banggai 2 kasus dan Morowali 2 kasus.

Walaupun operasi ini telah berakhir kata Kingkin, namun jajaran Dit Lantas Polda Sulteng akan terus melakukan himbauan dan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara.

“Termasuk dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Sulteng, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru,” pungkasnya. [***]

Advertisements

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News