DPR Minta Mentan Urus Pangan Ketimbang Kalung Tangkal Corona

  • Whatsapp
Syahrul Yasin Limpo memakai kalung Eucalyptus yang disebut mampu mencegah penggunanya terpapar virus corona. [Dok/Kementan]
Bagikan Artikel Ini
  • 189
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Wakil Ketua Komisi IV dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan meminta agar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo fokus mengamankan ketersediaan pangan Indonesia ketimbang membuat kalung penawar Covid-19 yang berbasis pohon kayu putih (eucalyptus).

“Lebih baik Kementan fokus untuk mengamankan pangan dan kesejahteraan petani, karena tugas pokoknya mengamankan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Daniel yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (6/7/2020).

Baca Juga

Daniel mengaku menghargai upaya Syahrul untuk menemukan penawar Covid-19. Meski demikian, ia kalung itu belum teruji secara klinis.

“Wajib diuji secara kompeten dulu efektivitasnya, bukan sekedar klaim,” kata Daniel.

Advertisements

Terpisah, anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta agar Mentan mendalami lagi penggunaan kalung anticorona dengan melibatkan lembaga riset lainnya.

“Orang-orang belum yakin atas temuan itu. Jika banyak yang belum yakin, tentu belum tepat jika diproduksi massal,” kata Saleh.

Saleh mengatakan kalung eucalyptus yang mampu membunuh virus corona itu, bisa jadi tidak mempan untuk corona jenis SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.

Advertisements

Lagipula, kalung tersebut belum terbukti keampuhannya. Dan ada banyak peneliti dan lembaga penelitian yang masih meragukan temuan tersebut.

Ia lantas mengimbau Kementerian pertanian untuk melakukan penelitian lanjutan terkait dengan kalung antivirus corona yang hendak diproduksi.

“Karena itu, belum bisa diklaim sebagai antivirus Corona,” kata dia.

Syahrul Yasin Limpo memperkenalkan kalung eucalyptus yang ia sebut mampu mencegah penggunanya terpapar virus corona.

Ia berencana memperluas penggunaan kalung itu, karena meyakini efektif membunuh virus corona.

Advertisements

Menurut Syahrul kalung buatan Kementan tersebut telah melewati hasil laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan teruji ampuh membunuh virus dalam 15-30 menit pemakaian. [***]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News