DPRD Kota Palu Rancang Perda Penggunaan ‘Lem Fox’

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Palu di bawah tangan dingin H Ishak Cae selaku Ketua Dewan dalam waktu dekat ini melakukan gebrakan fundamental dengan melahirkan regulasi dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisitif tentang penyalahgunaan zat-zat adiktif.

Ketua DPRD Kota Palu, H Ishak Cae, SH menegaskan, Ranperda tentang zat-zat adikatif ini adalah jawaban dari kegundahan masyarakat Kota Palu, utamanya para orang tua yang selama ini resah serta gundah gulana. Salah satunya adalah penggunaan ‘Lem Fox’ yang marak dikonsumsi anak-anak di bawah umur.

Baca Juga

Dengan lahirnya Perda zat-zat adikatif ini, para penjual serta penggunanya, akan diatur serta dilakukan kontrol siapa-siap saja yang boleh membelinya. Sebab selama ini, aparat kepolisian tidak memiliki legalitas hukum yang kuat untuk menjerat, baik itu para penjual, lebih-lebih pemakainya. Karena ‘Lem Fox’ ini sangat mudah didapatkan dengan harga murah dan sangat terjangkau.

“Kami berharap dengan lahirnya Perda zat-zat adiktif ini, akan ada payung hukum untuk menjerat penjual dan pemakai,” kata anggota Dekot Palu tiga periode ini kepada Jurnalsulawesi.com, di ruang kerjanya, Selasa (24/7/2018).

Politisi kawakan Partai Golkar ini mengatakan, Ranperda ini lahir karena keluhan masyarakat yang selama ini kesulitan mengontrol, serta mengawasi anak-anak mereka.

Sementara, seperti diketahui dampak dari penyalahgunaan zat-zat adiktif ini (Lem Fox) sangat berbahaya. Di mana para pemakainya akan Fly dan sempoyongan, serta merusak daya pikir dan melemahkan daya ingat penggunanya.

Jika tidak diantisipasi sedini mungkin tambah Bacaleg DPRD Kota Palu Dapil Palu Selatan-Tatanga ini, maka kondisinya tidak hanya merugikan para pemakainya, tetapi juga generasi penerus bangsa di Wilayah Kota Palu.

“Dengan regulasi ini, diharapkan  bisa membendung para penjual dan  pemakai yang rata-rata dari kalangan anak di bawah umur.  Tidak hanya itu, masa depan anak bangsa pun bisa terselamatkan serta terbebas dari peredaran zat-zat adiktif, ” pungkasnya. [***]

 

Penulis; Agus Manggona
Editor; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News