Dua Jam Debat Pilkada Tolitoli Habiskan Rp900 Juta, GIAK: Fantastis

Ketua DPD GIAK Sulteng, Henri Lamo, SE. [Ist]
Bagikan Artikel Ini

Tolitoli, JurnalNews.id – Debat publik terbuka calon Bupati dan calon Wakil Bupati Tolitoli telah digelar di Kota Palu, pada Minggu (1/11/2020). Debat yang berlangsung sekira dua jam dan disiarkan langsung stasiun televisi iNews itu menghabiskan anggaran Rp900 juta.

Ketua LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Sulteng, Henri Lamo, SE mengatakan, anggaran yang dikeluarkan KPU Tolitoli itu cukup fantastis.

Baca Juga:

“Fantastis. Waktu debat hanya makan waktu dua jam, KPU menghabiskan anggaran sebesar Rp900 juta,” kata Henri Lamo kepada media ini usai nonton bareng di Tolitoli, Minggu (1/11/2020).

Henri Lamo menilai, anggaran fantastis yang dikeluarkan hanya untuk debat publik, merupakan pemborosan anggaran yang berlebihan, apalagi saat ini dalam kondisi Covid-19, dimana keuangan Daerah sangat meprihatinkan.

“Anggaran yang dikeluarkan hanya dalam waktu dua jam sebesar Rp900 juta, saya menilai KPU Tolitoli melakukan pemborosan anggaran, apalagi dalam kondisi Covid-19,” tegasnya.

Ia menjelaskan saat ini kondisi keuangan Daerah sangat memprihatinkan, terbukti gaji honorer hampir di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama 3 bulan tidak dibayarkan, ditambah lagi dengan puluhan ribu masyarakat miskin yang selama ini menerima Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dari Pemda, terancam tidak bisa dipergunakan terhitung sejak 1 November 2020, karena MoU BPJS dengan Pemda Tolitoli sudah berakhir, sehingga masyarakat penerima Jamkesda jika berobat ke puskesmas atau rumah sakit, akan menjadi pasien umum.

“Saat ini kondisi kondisi keuangan Daerah sangat memprihatinkan, terbukti apa yang saya jelaskan diatas, sementara KPU Tolitoli yang mendapat kucuran dana Hibah APBD 2020 sebesar 33,4 miliyar di tambah lagi dengan kucuran dari APBN Pusat,” jelasnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Tolitoli Divisi Sosialisasi pendidikan pemilih Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan SDM, Muhadir mengatakan, sesuai dengan PKPU, salah satu agenda tahapan Pilkada yakni debat kandidat pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Tolitoli 2020.

Menurut Muhadir, debat publik terbuka yang pertama akan digelar di Kota Palu dan disiarkan secara langsung di salah satu jaringan stasiun televisi nasional, dengan gunakan anggaran keseluruhan sebesar Rp900 juta.

“Anggaran yang disediakan untuk debat publik terbuka sebesar Rp900 juta, sudah termasuk memfasilitasi tiga kandidat cabup dan cawabup ke Palu,” katanya saat dikonfirmasi JurnalNews, Jumat (30/10/2020).

Muhadir menjelaskan, debat terbuka di Kota Palu yang disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi itu sebagai upaya untuk menghemat anggaran. Alasannya, jika dilaksanakan di Tolitoli pemilik stasiun televisi akan meminta budget yang lebih besar, karena harus mendatangkan peralatan jaringan dan crew.

“Kalau debatnya dilaksanakan di Tolitoli pemilik stasiun televisi agak repot mendatangkan peralatan dan jaringan serta crew, sehingga alternatifnya sesuai kesepakatan komisioner KPU dan rujukan dari KPU Propinsi Sulteng, debatnya dilaksanakan di Palu,” dalihnya.

Debat Publik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tolitoli 2020 ini akan digelar pada Minggu, 1 November 2020.

Seperti diketahui, tiga pasangan calon yang berdebat yakni Abdul Rahman H. Budding berpasangan dengan Moh. Faisal Bantilan dengan nomor urut 1, pasangan Muchtar Deluma berpasangan dengan Bakri Idrus dengan nomor urut 2 dan pasangan Amran Hi Yahya berpasangan dengan Moh. Besar Bantilan dengan nomor urut 3.

Debat Publik Pilkada Kabupaten Tolitoli dilaksanakan di Kota Palu mengambil tema Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah. [***]

Penulis: Rahmadi Manggona

loading...

Berita Lainnya

Google News