Dua WNI Positif Corona, Begini Kronologinya

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta. [TribunNews]
Bagikan Artikel Ini
  • 155
    Shares

JurnalNews.id – Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit Virus Corona.

Presiden Jokowi menuturkan, dua WNI tersebut terjangkit Corona lantaran sempat kontak langsung dengan WN Jepang yang datang ke Indonesia.

Baca Juga

 

Dikutip dari Kompas.com, Jokowi mengungkapkan, deteksi Corona tersebut disimpulkan setelah warga Jepang itu meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

Dua WNI positif terjangkit virus corona itu merupakan warga Depok, Jawa Barat.

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto membeberkan kronologi dua WNI itu positif virus corona.

“Awalnya ada WN Jepang yang tinggal di Malaysia melakukan perjalanan ke Indonesia,” jelas Menkes.

“Lalu, dia kembali ke Malaysia setelah beberapa hari sakit,” ujar Terawan, Senin (2/3/2020), dikutip Kompas.com.

Kemudian WN Jepang tersebut diperiksa oleh tenaga medis di Malaysia.

WN Jepang tersebut setelah diperiksa beberapa hari kemudian dipastikan positif virus corona.

Terawan mengatakan tepatnya pada pekan lalu tenaga medis di Malaysia memastikan WN Jepang itu terjangkit virus corona.

“Pemerintah Malaysia kemudian menghubungi kita (Indonesia),” ujar Terawan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan lantas melakukan penelusuran di wilayah mana saja WN Jepang tersebut beraktivitas di Indonesia.

“Kami lakukan tracking melakukan close contact dengan pasien ini.”

“Kita tindak lanjuti, sistem di sini berjalan,” ungkap Terawan.

Kemudian, Kemenkes melakukan pelacakan lebih dalam setelah mengetahui di mana saja WN Jepang itu beraktivitas.

Untuk mencari tahu siapa saja yang pernah melakukan kontak fisik dengan WN Jepang itu.

“Begitu dengar berita, kita melakukan penelusuran dan pemisahan dan siapa pun yang close contact, selalu kita periksa detail.”

“Orang yang tinggal dengan dua orang ini dipisah, juga sudah kita pisahkan,” kata Terawan.

Akhirnya diperoleh seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun mengalami gejala batuk, pilek, sesak disertai demam.

“Jadi dua orang ini, rumahnya kita cek sehingga kita bawa dua-duanya, ibu dan anak, umur 64 tahun dan 31 tahun,” ujar Terawan.

 

Kemenkes segera mengisolasi rumah keduanya.

Diketahui, ibu beserta putrinya langsung dibawa ke ruang isolasi khusus di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Soelianti Saroso, Jakarta Utara.

Pihak rumah sakit setelah dua hingga tiga hari observasi menginformasikan kedua warga Depok itu positif corona.

“Saya baru diberi hasil tadi pagi, langsung lapor Bapak Presiden untuk mengumumkan. Ini bagus sebagai keterbukaan informasi. Tidak ada yang ditutupi dan dibikin horor,” lanjut dia.

Menurut Terawan, relasi dua WNI dengan WN Jepang yang terjangkit corona tersebut merupakan teman dekat.

“Orang Jepangnya datang ke rumah, lalu dua orang ini mengeluhkan batuk pilek biasa. Jadinya agak sesak dan demam. Tapi sekarang ini kondisinya sekarang hanya batuk pilek,” ungkap Terawan.

Kendati demikian, Terawan meminta masyarakat agar tidak panik menanggapi WNI terjangkit virus corona.

“Kalau mengalami batuk, sesak nafas dan demam, segera datang ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

“Harus diingat, ini penyakit self limited disease, penyakit yang sembuh sendiri,” ujar Terawan.

Terawan pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan gaya hidup sehat.

“Sama seperti virus yang lain, angka kematian di bawah 2 persen, dan tergantung imunitas tubuh.”

“Dari awal saya bilang jaga imunitas dan higienitas, gerakan hidup sehat digaungkan di mana-mana,” lanjut dia.

Sementara itu, Terawan menegaskan dalam penanganan virus corona tak ada hal yang disembunyikan oleh pemerintah.

Hal itu terbukti dengan langkah pemerintah mengumumkan kasus pertama ibu dan anaknya yang tinggal di Depok positif corona.

Baca: Wali Kota Depok: 50 Warga Terindikasi Virus Corona Usai Berinteraksi dengan 2 Warga yang Positif

“Itu menunjukan bahwa kita ini serius, yang kita periksa ini bener.”

“Kalau negatif ya negatif, kalau positif ya positif,” kata Terawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020), dikutip Kompas.com.

“Ada istilah yg selama ini ngomong negara lain bahwa kita menyembunyikan, enggak ada.”

“Kalau positif kita katakan positif, kalau negatif kita katakan negatif. Ya ini memang positif dua orang,” sambung Menkes Terawan. [***]

Sumber: TribunNews

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News