Dugaan Korupsi Dinas PU Disidik, Bupati Sigi Sambangi Kejati Sulteng ?

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Di tengah upaya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengungkap beberapa kasus dugaan korupsi di Kabupaten Sigi, secara tiba-tiba Bupati Sigi Moh Irwan Lapata  menyambangi Kantor Kejati Sulteng, Senin (15/5/2017) siang.

Pantauan Jurnalsulawesi.com di Kantor Kejati, Bupati Irwan Lapata tiba sekira Pukul 15.55 WITA dan langsung masuk ke ruang kerja Kepala Kejati Sulteng, Sampe Tuah, SH. Irwan baru keluar dari ruangan Kajati saat menjelang Adzan Magrib. Irwan datang dengan mengendarai mobil dinas Toyota Fortuner dengan Nopol DN 1 M, hanya ditemani sopir dan ajudan.

Baca Juga

Informasi yang dihimpun dari internal Kejati Sulteng menyebutkan, kedatangan bupati memang mendadak. Bahkan sumber di internal Kejati Sulteng juga menyebutkan belum ada agenda pemanggilan atau pemeriksaan terhadap bupati, terkait beberapa kasus di Sigi.

“Belum tahu dalam rangka apa Bupati Sigi datang menemui Kajati. Coba nanti tanya ke Kasi Humas saja,” ujar sumber sembari menghindar.

Mobil Dinas Bupati Sigi diparkir di halaman Kantor Kejati Sulteng, Senin (15/5/2017). [Foto: Jufri M]
Saat media ini mencoba menanyakan pada Kasi Humas dan Penkum Andi Rio Rahmatu justeru kaget, atas kedatangan Irwan Lapata di Kantor Kejati.
“Saya tidak tahu kalau ada bupati datang ke sini. Betulkah ada bupati,” tanya Andi Rio pada wartawan.

Andi Rio baru percaya atas keberadaan Bupati Sigi di Kejati setelah ditunjukkan mobil dinas Bupati Sigi tengah diparkir di halaman Kantor Kejati Sulteng.

Namun tak berselang lama, Andi Rio justeru pamit pulangnkepada wartawan setelah menerima telepon dari seseorang.

Wartawan yang mencoba menunggu Bupati Sigi keluar dari ruang kerja Kajati juga tidak dapat meminta keterangan sedikit pun. Bahkan, Bupati Irwan keluar dengan tergesa-gesa dan menghindari wartawan.

Hanya ajudan Bupati Sigi juga sempat mempertanyakan wartawan saat mengambil gambar.

“Ada apa ini main foto-foto,” kata ajudan kepada wartawan sembari berjalan menuju kendaran dinas bupati.

Sementara itu, Kejati Sulteng Sampe Tuah, SH yang ditunggu untuk dikonfirmasi, sampai ba’da Magrib  tak kunjung keluar ruangan. Hanya sopir yang menyampaikan bahwa Kajati masih capek dan butuh istirahat.

“Kalau mau ketemu bapak (Kajati-red) besok saja. Bapak lagi istirahat,” ujar sopir Kajati kepada wartawan yang menunggu.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejati Sulteng telah beberapa kali memeriksa Kadis PU Sigi Iskandar Nontji terkait dugaan korupsi proyek jalan Peana-Kalamanta dan Sandauta-Lindu.

Bahkan untuk melengkapi penyidikan, Kajati Sampe Tuah, SH, harus turun langsung ke lokasi di Desa Kalamanta pada Sabtu (6/5/2017) lalu.

Usai meninjau proyek yang bernilai puluhan miliar itu Kajati mengaku miris dengan kondisi jalan yang dibiayai APBN Tahun 2015 itu.

“Saya turun lapangan pada hari libur, supaya tidak menganggu hari kerja. Memang sangat memprihatinkan kondisi jalan itu. Saya sampai naik ojek untuk sampai di lokasi,” ujar Sampe Tuah, pekan lalu.

Selain itu, saat ini Kejati Sulteng juga tengah mengusut dugaan korupsi proyek fiktif senilai Rp27 miliar di Kabupaten Sigi.

Bahkan Penyidik Kejati Sulteng sudah melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPRD Kabupaten Sigi Moh. Rizal Intjenae, Selasa (9/5/2017) lalu. Selain Rizal, Kejati juga sudah meminta keterangan kepada Ketua Komisi III Abd Rahman yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi II, serta mantan Ketua Komisi III Torki Ibrahim Tura yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Sigi.

Sebelumnya juga diberitakan, pemeriksan terhadap Ketua dan Anggota DPRD Sigi ini karena dugaan adanya pencairan anggaran Tahun 2016, atas paket pembangunan Jalan Sadaunta-Lindu dan Peana-Kalamanta Kabupaten Sigi yang konon untuk  pembayaran hutang pada sejumlah rekanan, namun tidak melalui proses pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sigi. [***]

 

Rep; Jufri Malewa
Red; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News