Erdogan Desak OKI Bertindak Efektif Tangani Masalah Negara Muslim

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. [AFP]
Bagikan Artikel Ini
  • 63
    Shares

Kuala Lumpur, JurnalNews.id – Persoalan Palestina menjadi bahasan utama dalam pertemuan negara-negara muslim Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kuala Lumpur 2019 yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Kamis-Sabtu (19-21/12/2019).

Beberapa pemimpin negara mayoritas muslim memperbarui seruan mereka agar masalah Palestina dijadikan prioritas utama untuk diselesaikan.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, seperti dikutip dari The Star, Jumat (20/12/2019), mengatakan, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) harus bertindak lebih efektif dalam menangani isu yang dihadapi umat Islam, terutama konflik Palestina-Israel.

Dia menegaskan, persatuan umat Islam harus ditekankan. Erdogan juga menyerukan kepada negara-negara muslim untuk tidak menyia-nyiakan sumber daya yang mereka miliki untuk terlibat dalam konflik Palestina.

Selain isu Palestina, Erdogan menyoroti tentang perekonomian negara muslim. Dia berharap fokus diberikan kepada proyek-proyek penting yang bisa memacu pembangunan ekonomi negara-negara muslim.

Hal lain, Erdogan mendorong dilakukannya reformasi terhadap badan-badan internasional, seperti Dewan Keamanan PBB, agar bisa lebih berperan melindungi 1,7 miliar populasi muslim di seluruh dunia.

Sementara itu Presiden Iran Hassan Rouhani menganggap konflik Palestina sebagai masalah utama yang dihadapi dunia Islam. Iran, kata dia, akan terus mendukung perlawanan Palestina atas pendudukan Israel.

Pemimpin Qatar SyeikhTamim bin Hamid Al Thani juga menyerukan diakhirinya pendudukan Israel di Palestina serta menegaskan kembali seruannya terhadap penciptaan stabilitas di Teluk.

Penyelenggaraan KTT Kuala Lumpur sempat dikritik oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Raja Salman menilai permasalahan terkait dunia Islam sebaiknya dibahas di forum OKI. Beberapa pihak juga menganggap forum ini seolah ingin menyaingi OKI.

Saudi tak mengirim perwakilan demikian dengan Pakistan. Perdana Menteri Imran Khan yang sebelumnya dipastikan hadir, membatalkan kunjungan di hari-hari terakhir terkait kesibukan.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan, penyelenggara KTT bukan untuk membeda-bedakan atau mengisolasi siapa pun.

“(Kami) Mengundang hampir semua negara muslim untuk berpartisipasi dalam KTT ini,” ujar Mahathir.

KTT Kuala Lumpur berlangsung hingga 21 Desember membahas berbagai isu seputar dunia Islam. Selain Palestina, juga dibahas kondisi muslim Uighur di China dan Rohingya di Myanmar. [***]

Sumber; iNews

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News