Erdogan: Israel Negara Teroris

  • Whatsapp
Perang mulut dan saling sindir terjadi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan PM Israel Benjamin Netanyahu. Erdogan membela Palestina dan sindir Israel. [AFP]
Bagikan Artikel Ini

Jurnalsulawesi.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel sebagai negara teroris pada Minggu (10/12/2017). Selain itu dia juga bersumpah akan menggunakan segala cara untuk memerangi pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Palestina adalah korban yang tak berdosa. Sedangkan Israel adalah negara teroris, ya, teroris!” kata Erdogan dalam pidatonya di pusat kota Sivas dikutip dari AFP.

Baca Juga

“Kami tidak akan menelantarkan Yerusalem dalam belas kasihan negara yang membunuh banyak anak-anak.”

Erdogan mengungkapkan data bahwa ada anak laki-laki Palestina berusia 14 tahun dari Hebron diseret oleh tentara Israel.

Mendengar cercaan Erdogan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memukul balik ucapan Erdogan. Netanyahu menyebut Erdogan sebagai sebagai pemimpin yang membom penduduk desa Kurdi dan mendukung teroris.

“Saya tidak terbiasa menerima ceramah tentang moralitas dari pemimpin yang membom penuduk desa Kurdi di negara asalnya, Turki, yang memenjarakan wartawan, yang membantu Iran menghindari sanksi internasional, membantu teroris, termasuk di Gaza, membunuh orang-orang yang tak bersalah,” kata Netanyahu saat konferensi pers bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron.

“Itu bukan orang yang pantas mengajari kita.”

Bakar Bendera AS-Israel
Ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan ormas Islam lain yang tergabung dalam Komite Pembebasan Al Aqsha mulai menggelar aksi protes di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Jakarta, Senin (11/12/2017).

Dikutip dari CNNIndonesia.com, sebagian besar mereka yang hadir membawa bendera ormasnya masing-masing.

“Hari ini kita berkumpul kembali untuk melawan kemungkaran. Takbir!” tutur orator dari atas mobil komando.

Massa FPI dan ormas lain sedang membakar bendera Amerika Serikat dan Israel dalam unjuk rasa di depan kantor Kedubes AS, Jakarta, Senin (11/12/2017). [CNN Indonesia]
“Allahu Akbar,” pekik massa menyahuti orator.

Hingga berita ini dibuat, massa terus berdatangan bergabung dengan pendemo yang sudah hadir sejak pukul 09.40 WIB.

Barisan pendemo dibatasi kawat berduri sehingga tidak bisa berada terlalu dekat dengan kantor kedubes AS yang dijaga ketat puluhan personel kepolisian.

“Kita datang di sini untuk berjihad membantu saudara-saudara kita di Palestina. Maka jangan takut dengan panas matahari. Jangan berharap kita pulang cepat hari ini!” tutur orator dengan nada tinggi.

“Kita akan bakar bendera Israel dan Amerika!” pekik orator.

“Setuju!” ujar massa.

Tiga mobil water cannon yang siap siaga telah terparkir  di sekitar kantor kedubes AS. Personel kepolisian dengan jumlah yang tak kalah banyak dari massa pendemo siap siaga di sekitar kantor Kedubes AS.

Akibat demo itu, jalan medan merdeka selatan juga ditutup. [CNNIndonesia]

Berita Terkait

Google News