Erdogan Perintahkan Hagia Sophia Dibuka 24 Jam untuk Ibadah

  • Whatsapp
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengikuti shalat Jumat perdana di Hagia Sophia setelah hampir 9 dekade jadi museum, Jumat (24/7/2020). [Foto: Reuters]
Bagikan Artikel Ini
  • 122
    Shares

Istanbul, Jurnalnews.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintahkan agar Masjid Hagia Sophia dibuka selama 24 jam nonsetop sebagai tempat ibadah umat Muslim mulai Jumat, 24 Juli 2020.

“Presiden Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan perintah bahwa Hagia Sophia tetap buka untuk beribadah 24 jam sehari. Masjid Hagia Sophia akan terus terbuka. Kami berterima kasih kepada presiden kami,” tulis Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya dalam akun Twitter-nya, Jumat kemarin, dilansir di TASS, Sabtu (25/7/2020).

Baca Juga

Ibadah sholat Jumat digelar di Masjid Hagia Sophia pada Jumat 24 Juli kemarin. Ini menjadi sholat Jumat pertama dalam 86 tahun sejak Hagia Sophia difungsikan sebagai museum. Umat Muslim di Turki tampak memadati bagian dalam dan area sekitar masjid.

Di bagian dalam masjid, terlihat shaf-shaf diatur dengan memberi jarak sekitar satu meter pada setiap baris shaf sebagai bentuk pencegahan penularan virus Covid-19. Sebagian besar jamaah menggunakan masker untuk melindungi dirinya dari penularan Covid-19.

Advertisements

Kedatangan umat Muslim ke Hagia Sophia jelang pelaksanaaan sholat Jumat ini seakan tak ada habisnya. Ruas-ruas jalan yang berada di sekitar Hagia Sophia pun turut dibanjiri masyarakat Muslim hingga seperti menjadi lautan manusia. Mereka berduyun-duyun mendatangi bangunan bersejarah yang dibangun selama lima tahun dari 532 hingga 537 Masehi itu.

Khutbah Singgung Muslim Korban Penindasan
Dalam kesempatan bersejarah itu, khutbah Jumaah di Masjid Hagia Sophia disampaikan oleh Kepala Direktorat Keagamaan Turki Ali Erbas. Dalam khutbahnya Erbas mengatakan hari Jumat ini seperti 70 tahun yang lalu, mirip ketika 16 muazzin menggemakan suara takbir di sekitar 16 menara-menara Masjid Biru (Masjid Sultan Ahmed), yang tepat di seberang Masjid Hagia Sophia setelah 18 tahun.

Menurutnya, hari ini adalah hari ketika pelafalan takbir, tahlil, dan shalawat bergema lagi di bawah kubah Hagia Sophia, dan adzan dan sholat bangkit dari menara-menara masjidnya. “Hari ini adalah hari ketika orang-orang percaya berdiri untuk berdoa dalam air mata, sujud kepada ruku dalam damai, dan turun untuk sujud dalam rasa terima kasih,” katanya dilansir TRT World, Jumat (24/7/2020).

Dalam khutbahnya Erbas berterima kasih kepada Allah SWT dengan kenikmatan yang tak ada habisnya untuk memiliki hari yang terhormat seperti ini. Berkumpul di masjid sebagai tempat paling suci di bumi, dan untuk muncul di hadapan Allah SWT di Hagia Sophia Agung.

“Suatu hari Konstantinopel akan ditaklukkan. Hebat adalah komandan yang akan menaklukkannya, dan hebatnya adalah tentaranya!” kata Erbas

Advertisements

Erbas menekankan penaklukan itu adalah kebangkitan, bukan penganiayaan, dan itu adalah rekonstruksi, bukan kehancuran. “Dalam peradaban kita, penaklukan merupakan pembuka pintu sebuah kota bagi Islam, perdamaian, dan keadilan,” katanya.

Dirinya menambahkan hal tersebut sudah disampaikan di Quran surat Ali Imran ayat 159 yang isinya; dan ketika kamu telah bertekad bulat, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bersandar kepada Nya.

Dalam khutbah itu, Erbas mengucapkan salam hormat untuk arsitek terkenal Mimar Sinan, yang menghiasi Hagia Sophia dengan menara, yang telah memperkuat konstruksi dan membuatnya tetap berdiri selama berabad-abad. “Salam kepada semua saudara dan saudari kita dari penjuru dunia yang menunggu Hagia Sophia dibuka kembali untuk ibadah, dan merayakan pembukaannya dengan sukacita,” kata Erbas.

Salam hormat juga ia berikan kepada orang-orang terkemuka yang telah mengusahakan hati dan jiwa, dari masa lalu hingga sekarang untuk memastikan Hagia Sophia memenuhi adzan, iqamat, khutbah, doa, pelafalan, kegiatan ilmiah, dan jamaah besar yang memiliki tempat mereka di baris.

Menurutnya masjid-masjid adalah sumber persatuan, persahabatan, persaudaraan, iman dan ketenangan dalam peradaban. Erbas menyampaikan Allah SWT menyatakan tentang mereka yang membangun dan memelihara masjid.

Pada 10 Juli, Dewan Negara Turki membatalkan dekrit Mustafa Kemal Ataturk 1934 yang telah memfungsikan Hagia Sophia sebagai museum. Erdogan menandatangani perintah yang menyatakan Hagia Sophia terbuka untuk ibadah Muslim. Gereja-Gereja Ortodoks lokal, termasuk Gereja Ortodoks Rusia, menyuarakan penyesalan mereka atas keputusan tersebut, bersama dengan UNESCO.

Hagia Sophia, dulunya adalah katedral Byzantium, lalu diubah menjadi masjid pada 1453 setelah penaklukan Ottoman di Istanbul, kemudian dialihkan menjadi museum pada 1934 di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk. [***]

Advertisements

Sumber: Republika

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News