Foresst Galante “Gagal” Tangkap Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu

Buaya berkalung ban dan Foresst Galante. [Kolase/Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 4.4K
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Ahli satwa liar asal Amerika Serikat Forrest Galante gagal menerapkan metodenya menggunakan jaring dan crossbow untuk menangkap buaya berkalung ban di sungai Palu. Kegagalan Forres Galante bersama timnya itu, karena upaya penyelamatan buaya dari jeratan ban sepeda motor tersebut dihentikan untuk sementara, oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal tersebut dilakukan dalam upaya pemerintah untuk mencegah wabah virus corona khususnya di Palu, Provinsi Sulteng.

Baca Juga

 

“Saya hentikan operasi penyelamatan buaya berkalung ban, karena selama kegiatan dilaksanakannya banyak orang yang berkumpul disekitar bibir sungai,” kata Kepala BKSDA Sulteng, Ir. Hasmuni Hasmar, M.Si, seperti dilansir Sultengnews jejaring JurnalNews, Selasa (17/03/2020).

Menurutnya, penghentian itu juga berdasarkan surat edaran Menteri Kehutanan bahwa pegawai harus diperhatikan daya tahan tubuhnya sebagai tindak pencegahan covid-19 atau virus corona, sebab akan banyak energi yang akan digunakan saat bekerja.

Dia menegaskan, bukan disebabkan adanya virus corona diberhentikan pencarian, namun hal itu sebagai upaya pencegahan virus corona.

“Bukan akibat virus corona sampai berhenti, tapi dalam upaya pencegahan virus corona,” tegasnya

Hasmuni menegaskan kembali, pemberhentian operasi buaya berkalung ban, karena setiap kegiatan itu selalu dikerumuni massa. Sementara arahan presiden sampai kementerian dalam pencegahan virus corona, harus menghindari perkumpulan banyak orang.

“Jadi kami surati dia (Forrest Galante), itu sebagai bentuk mendukung pencegahan virus corona, sebab semua instansi pemerintah harus mendukung pencegahan itu termasuk BKSDA Sulteng sendiri,” terangnya.

Pemberhentian operasi penyelamatan buaya berkalung ban itu, sampai batas waktu yang tidak ditentukan, tergantung situasi kedepan.

“Tapi buaya berkalung ban akan tetap dipantau oleh pihak BKSDA Sulteng. Nanti tetap ada yang piket, hanya sekedar untuk melihat keberadaan dan kondisi buaya berkalung ban,” tandasnya.

Sebelumnya, dikabarkan Forrest Galante yang juga pembawa acara televisi Extinct or Alive on Animal Planet bersama kru Discovery Channel tiba di Kota Palu pada Selasa (10/03/2020).

Forrest Galante sendiri melakukan upaya penyelamatan buaya berkalung ban setelah mendapat restu dari BKSDA Sulteng pada (13/03/2020).

Bahkan, Forres Galante bersama timnya pun telah menyiapkan dan memasang jebakan di muara Sungai Palu, yang menjadi salah satu tempat kemunculan satwa tersebut sejak Kamis (12/3/2020). [***]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News