Forum Kelompok Rentan Dibentuk untuk Memperjuangkan Hak

Kepala Dinas Sosial Sulteng, Drs. Ridwan Mumu saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama PKBI JMK OXFAM bersama 14 lembaga yang tergabung dalam pembentukan Forum Kelompok Rentan Tingkat Provinsi Sulteng, di Palu, Senin (9/11/2020). [Foto: Medcom PKBI JMK OXFAM]
Bagikan Artikel Ini
  • 19
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Pembentukan forum kelompok rentan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) merupakan upaya bersama sebagai wadah untuk memperjuangan hak-hak kelompok rentan.

Hal itu disampaikan Lead Recovery PKBI JMK OXFAM, Yospina Liku La’bi pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama beberapa Non Govermantal Organization (NGO), Senin (9/11/2020).

Baca Juga:

Dikatakan, Forum Kelompok Rentan merupakan kebanggaan bersama, karena merupakan forum kelompok rentan yang terbentuk secara formal di bawah naungan Dinas Sosial Sulteng.

“Kita berharap, dengan adanya struktur forum kelompok rentan yang melibatkan semua lembaga di Sulteng termasuk Dinas Sosial, bisa memperjuangkan hak-hak kelompok rentan di Sulteng,” kata Yospina.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Drs. Ridwan Mumu mendukung 100 persen pembentukan Forum Kelompok Rentan Tingkat Provinsi, sebagai wadah bagi Kelompok Rentan di Sulteng.

“Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pembentukan Forum Kelompok Rentan ini, saya mendukung 100 persen. Saya juga akan menyiapkan ruangan dan kantor jika strukturnya sudah lengkap,” ujar Ridwan Mumu saat menyampaikan sambutannya.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli dengan kelompok rentan,” tambahnya.

Menurut Ridwan Mumu, Forum Kelompok Rentan yang dibentuk secara resmi dengan melibatkan Dinas Sosial baru di Sulteng ini yang pertama, sehingga dia berharap semua yang terlibat dalam struktur jangan hanya terpampang saja, tapi harus menempatkan orang-orang yang bisa kerja.

“Saya minta kepada semua yang ada distruktur, bekerjalah seperti jam dinding. Jam akan terus berdetak, meskipun diliat atau tidak. Bagitu juga teman-teman di struktur, bekerjalah dengan baik, apakah dilihat orang atau tidak,” katanya.

“Saya juga berharap, agar bisa ditambahkan hestek Koordinasi, Sinkronisasi dan Kolaborasi,” tambahnya.

Ridwan Mumu mengaku, sebagai bentuk dukungan kepada kelompok rentan, pihaknya akan memberikan ruang yang lebih leluasa kepada kelompok rentan.

“Jika ada pengajuan renovasi kantor, saya akan buat lift ke Dinas Sosial agar semua kelompok rentan khususnya disabilitas mudah bertemu kepala dinas,” katanya.

Ridwan Mumu menyampaikan, saat bencana terjadi Dinsos Sulteng sempat ada rencana membentukan Forum Divabel, namun belum sempat terbentuk, sehingga dengan adanya Forum Kelompok Rentan yang sudah terbentuk oleh PKBI JMK OXFAM bersama 14 lembaga lainnya, sudah menjawab rencana pembentukan Forum Difabel yang belum sempat terbentuk.

“Saya katakan, penyandang disabilitas bukan masalah. Mereka tidak mau disebut sumber masalah, tapi mereka juga bisa berbuat jika diberikan kesempatan,” tandasnya.

Rakor kali ini, selain dihadiri Kepala Dinas Sosial bersama beberapa Kapala Bidang dan staf Dinsos Sulteng, juga dihadiri oleh perwakilan beberapa NGO diantaranya Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Yayasan Sayang Tunas Cilik (YSTC), Himpunan Wanita Desabilitas Indonesia (HWDI), LBH APIK, PKBI Sulteng, Yakkum Emergency Unit (YEU), Wahana Visi Indonesia (WVI), Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA), PLAN INDONESIA, KOMIU, Maleo Sulteng, Libu Perempuan dan OPAN.

Untuk membuat Forum Kelompok Rentan ini lebih dikenal luas masyarakat, maka besok Selasa (10/11/2020) akan dilakukan Lauching di Taman Makam Pahlawan Tatura, lalu Road Show ke pemakaman massal korban gempa bumi dan tsunami di Poboya dan korban Likuifaksi di Petobo. [***]

Sumber: Medcom PKBI JMK OXFAM

loading...

Berita Lainnya

Google News