FPI dan FUI Sulteng Desak Penista Agama Dihukum Berat

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam Sulawesi Tengah, kembali menggelar aksi demonstrasi Jumat (5/5/2017). Aksi ini terkait dengan persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dengan mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng dan Pengadilan Negeri Palu.

Koordinator lapangan Ustad Abdul Gafur dalam orasinya mengatakan, Ahok harus dihukum seberat-beratnya, karena ia dengan sengaja dan terang-terangan telah melecehkan agama islam, dengan mengata-ngatai ayat Alqur’an “bohong”. “Apakah ini bukan bagian dari penistaan agama,” teriak Ustad Abdul Gafur.

Baca Juga

Belum lagi ditambahkan Abdul Gafur Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta, telah mencoba permainkan hukum dengan bersilat lidah untuk membela Ahok.

Bagaimana tidak, JPU hanya menggunakan pasal 156 KUHP dengan pertimbangan bahwa Ahok tidak menistakan agama melainkan hanya menghina sekelompok golongan. Makanya Ahok hanya dituntut dengan 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Perlakuan JPU kata Abdul Gafur merupakan tindakan yang terang-terangan telah melukai hati umat Islam. Tidak ada azas keadilan bagi umat Islam dalam kasus ini. Olehnya kami mendesak kepada pengadilan untuk bertindak adil dalam mengambil keputusan.

“Kami berharap hakim memberikan vonis yang berat karena Ahok telah melukai hati umat Islam,” tegasnya.

Beberapa tokoh yang memimpin Aksi Bela Islam 505 kali ini diantaranya Habib Hasan Al Habsy (FPI), Habib Husein Alhabsy (FPI), Ustad Ali Firdaus (Madinah Sulteng), Ustad Hartono (FUI), Habib Sediq Alhabsy (ANNAS Sulteng), Ustad Gito (FPI Kota Palu), Iman Sudirman (HMI Dipo) dan Ustad Gofur (FPI Sigi).

Dalam aksi yang dimulai sekira Pukul 13.15.Wita itu massa juga membawa bendera beberapa Ormas diantaranya bendera ormas, FPI, FUI, HTI, IMM, serta membawa spanduk yang bertuliskan “HUKUM AHOK SESUAI UU pasal 156 A dan Tegakkan Keadilan Hukum Berat Penista Agama.

Massa bertemu di depan Carrefour di Jalan Sudirman Kota Palu. [Ist]
Massa aksi mulai bergerak dari titik start masing-masig yang kemudian bertemu di depan Swalayan Carrefour di Jalan Sudirman Kota Palu.

Tiba di depan Kantor Kejati Sulteng langsung melakukan orasi secara bergantian. Dalam orasinya, Korlap aksi medesak agar Ahok dihukum seberar-beratnya.

“Jangan coba-coba mainkan hukum untuk si ba** Ahok, hukum seberat beratnya. Jika aparat keamanan dan Pemerintah Indonesia tidak mampu menghukum Ahok, biarkan kami ummat Islam yang menghukum dan mengeksekusi Ahok,” tegas orator.

Menurut masa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta telah mencoba permainkan hukum dengan bersilat lidah untuk membela Ahok. Jaksa Penuntut Umum itu hanya menggunakan pasal 156 KUHP dan pertimbangan jaksa bahwa ahok tidak menistakan agama, melainkan hanya menghina sekelompok golongan saja yaitu umat Islam. Sehingga dalam kassus ini jaksa penuntut ahok dengan penjara selama 1 tahun penjara dgn massa percobaan dua tahun.

Massa di Kejati Sulteng ditemui Ass Intel Ujang Susprianto yang mewakili Kajati Sulteng Sampe Tuah. Dalam pernyataannya, Ujang mengatakan kita sama-sama harus menjaga keutuhan NKRI. “Untuk mengenai kasus Ahok hari ini akan diputus perkaranya. Aspirasi bapak-bapak kami akan sampaikan kepada pimpinan kami. Kewenangan ada di Kejaksaan Agung. Dengan hati yang suci kami terima aspirasi massa aksi dan kami akan sampaikan ke pimpinan,” kaya Ujang.

Kemudian massa melanjutkan aksi ke Pengadilan Negeri Palu yang diterima langsung Ketua PN Palu.

“Tuntutan massa akan kami sampaikan ke Pengadilan Pusat. Karena Hakim tidak boleh saling mempengaruhi, hakim-hakim yg ada di PN kelas satu Palu tidak ada hubungannya dengan hakim yang ada di Jakarta, kami juga tidak boleh boleh mengomentari dan saling mempengaruhi, itulah tupoksi kami,” kata Ketua PN Palu.

Usai menyampaikan aspirasi, massa kemudian menggelar dia bersama di halaman PN Palu. Sekira Pukul 15.22 WITA, massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan aman.[***]

 

Rep; Agus Manggona/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News