FPPD Desak Penutupan PETI di Kayuboko Parigi Moutong

Salah satu lokasi aktifitas tambang ilegal di Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong yang terjadi pekan lalu. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 74
    Shares

Parigi, JurnalNews.id – Front Pemuda Peduli Daerah (FPPD) mendesak aparat keamanan menertibkan maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Tambang tanpa izin itu sudah jelas akan berdampak buruk kepada masyarakat sekitar. Apalagi yang kami tahu, kegiatan tersebut tidak mempunyai aspek legalitas dan merusak lingkungan,” kata Ketua FPPD Sulteng, Eko Arianto dalam keterangan tertulis di Palu, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga

Menurut Eko, penambangan ilegal juga mempunyai sejumlah dampak buruk lainnya karena diduga telah terjadi penggunaan bahan kimia berbahaya yang tidak terkontrol.

Eko yang juga aktivis lingkungan ini menyebutkan, beberapa waktu lalu diberitakan sejumlah media telah dilakukan operasi penertiban yang dilakukan aparat kepolisian. Namun terbukti sampai pekan lalu masih ada aktifitas di lokasi penambangan.

Bahkan tambah Eko, jika sebelumnya hanya dikerjakan secara manual, kini justeru menggunakan alat berat seperti exavator dan dump truck.

Loading…

“Katanya sudah ditertibkan, tapi yang terjadi justeru aktifitas pertambangan lebih masif karena menggunakan alat berat untuk mengeruk material, serta mesin pengolahan yang berskala besar,” jelasnya.

Eko juga sangat menyayangkan tidak ada tindakan tegas dari aparat setempat, terutama Kepala Desa Kayuboko. Padahal menurut dia, pengoperasian alat berat dan mesin yang saat ini berjalan disebut-sebut milik warga negara asing. Selain itu, ada salah seorang oknum aparat penwgak hukum yang berada di lokasi hampir setiap saat.

“Keberadaan aparat di sana untuk apa? Kenapa tidak melarang. Bukannya itu sudah dinyatakan ilegal. Ini namanya ada pembiaran,” sesalnya.

Karena itu kata Eko, dalam waktu dekat FPPD akan melakukan aksi untuk mendesak aparat menertibkan tambang emas ilegal tersebut di depan Mapolda Sulteng.

“Jika perlu kami akan melakukan aksi besar-besaran untuk menuntut penghentian aktifitas tambang yang akan berdampak bagi lingkungan di Parigi Moutong itu,” tegas Eko yang juga tokoh pemuda Parigi Moutong ini. [***]

Penulis; Sutrisno/*

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA