Fraksi Gerindra Dukung Kebijakan Gubernur Sulteng Tutup Perbatasan

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulteng, Abdul Karim Aljufrie. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 755
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Abdul Karim Aljufrie mengapresiasi langkah dan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Kebijakan tersebut adalah menutup akses perbatasan wilayah antar provinsi untuk sementara waktu. Di mana kebijakan itu dikemukakan oleh Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dalam pelaksanaan kebijakan tentang pencegahan dan antisipasi penyebaran Virus Corona atau Coronavirus Disease (Covid -19) di Sulteng di ruang kerja gubernur, Senin (23/3/2020).

Baca Juga

 

Menurut Abdul Karim, Fraksi Partai Gerindra di DPRD Sulteng, pada prinsipnya mendukung pemprov. Ia menegaskan bahwa selaku perpanjangan tangan partai di daerah, maka Gerindra akan mendorong kebijakan Gubernur Longki demi kesehatan rakyat di Sulteng.

“Kami sebagai keterwakilan dari DPD Gerindra Sulteng, akan terus mendukung langkah – langkah yang diambil oleh Bapak Gubernur,” ujar Abdul Karim, Senin (23/3/2020) malam.

Apalagi kebijakan itu lanjut Ketua Fraksi Gerindra ini, menyangkut kasus Covid -19, maka sepatutnya semua elemen yang ada mendukung kebijakan itu.

Menurut AKA sapaan akrab Abdul Karim Aljufrie, kasus Covid-19 ini bukan sekedar keprihatinan Sulteng tapi juga secara nasional dan internasional. Bahkan ratusan negara di dunia sudah prihatin atas wabah penyakit ini. Oleh sebab itu, kebijakan Pemprov Sulteng dinilai sudah tepat.

“Secara khusus, kami menilai langkah yang diambil oleh Gubernur ini sangatlah tepat. Karena lebih baik kita mencegah daripada kemudian menyesal setelah kasus terjadi,” katanya.

Namun demikian, AKA juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Sulteng dalam menghadapi situasi ini supaya tidak panik. Tidak termakan isu dan informasi-informasi yang beredar di sosial media, di mana informasi tersebut yang sumbernya tidak dapat dipertanggung jawabkan.

“Percayakan kepada pemerintah melalui tim medis yang sudah dibentuk, sebab dalam tim itu sudah ada para dokter ahli. Jangan mudah terprovokasi dengan sejumlah tanggapan atau opini oknum-oknum yang bukan ahlinya, karena itu akan menambah kepanikan di tengah masyarakat,” tutupnya. [***]

Penulis: Bob Shinoda

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News