Gapura Kecam BEM SI dan Kelompok Cipayung

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Advertisements
Aksi Pra kondisi menjelang Mei Menggugat yang digelar Gapura di Kota Palu beberapa waktu lalu. Gapura Sulteng mengecam sikap BEM SI dan Kelompok Cipayung yang kini berbalik arah mendukung pemerintahan Jokowi yang berafiliasi pada asing. [Foto: Mahbub/JurnalSulteng]

Palu, Jurnalsulteng.com- Gerakan Mahasiswa secara Nasional dan Daerah Lambat laun menjadi Pragmatis dan Apatis. Mahasiswa yang sepatutnya menjadi pelopor dalam mengawal tatanan demokrasi, reformasi dan birokrasi kini mulai menghitung gerakan mereka secara ekonomis bukan secara Politis.

Demikian dikatakan  Ketua Devisi Agitasi dan Propaganda Gerakan Aktivis Palu untuk Rakyat (Gapura) Sulteng, Andrie Wawan, melalui siaran persnya yang diterima Jurnalsulteng.com, Senin (13/04/2015).

Baca Juga:

Sikap yang diambil Gapura tersebut merespon adanya gerakan kelompok mahasiswa yang menolak aksi Mei Menggugat.

Menurut Andrie, kekayaan intelektual yang dimiliki mahasiswa, menjadikan mahasiswa itu sendiri mampu untuk memainkan peranan dalam pertimbangan kebijakan Rezim. Pasalnya kata Andrie, sejarah perubahan bangsa ini mencatat betapa, berpengaruhnya mahasiswa dalam proses mengawal kebijakan yang tidak pro kepada kelas bawah.

Advertisements

“Kita bisa lihat pemuda atau mahasiswa 1928, 1956, 1980 dan 1998. Namun menjadi pertanyaan besar bagi kami Gapura pada organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Se- Indonesia (BEM SI) dan kelompok Cipayung (HMI,PMII,IMM,PMKRI,GMKI,GMNI-red) dan lain-lain, atas sikap terbuka mereka beberapa hari belakangan yang mendukung rezim Joko Widodo. Kemudian akan menolak aksi 20 Mei 2015 atau mey menggugat,” terang Andrie.
(Baca: IMM Ajak Mahasiswa Turun Jalan )

Advertisements

Sementara Gapura kata Andire, tak habis pikir, BEM SI yang telah melakukan aksi pra kondisi beberapa bulan terakhir ini, menjadi bulanan-bulanan mahasiswa yang hari ini masih berpengang teguh kepada penderitaan rakyat.

Akibat kebijakan Jokowi dalam menjabat sangat bertolak belakang dengan keinginan Rakyat. Kebijakan rezim Jokowi-JK yang paling menambah penderitaan hari ini kata Andrie, menaikan BBM, TDL, LPG, Beras. Belum lagi privatisasi BUMN dan kebijakan lainnya.
(Baca Juga: Turunkan Rezim Jokowi-JK )

Maka untuk menyikapi adanya kelompok organisasi yang menolak Mei menggugat, GAPURA menyatakan sikap sebagai berikut.
1. Menyampaikan kepada kawan-kawan pers bahwa aksi GAPURA bukanlah aksi yang tergabung dalam BEM SI dan kelompok Cipayung.
2. GAPURA dan organisasi daerah lain. Gorontalo, Menado, Makassar, Surabaya, Surakarta, Jabodetabek, sumatera dan kawan-kawan lain akan mendeklarasikan diri satu payung menuju Mei menggugat dalam waktu secepatnyam
3. Mendesak Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk menstabilkan ekonomi Negara.
4. Melaksanakan Pancasila, UUD, Tri Sakti, Nawacita dan Revolusi Mental sebenar-benarnya.
(Baca Juga: HTI: Bebaskan Indonesia dari Neo Liberalisme )

“Keputusan ini kami ambil secara kolektif atas pertimbangan yang sangat matang dari dewan pertimbangan Gapura. Karena kami sangat miris, dengan sikap kelompok-kelompok yang tidak lagi berada dalam garis depan membela kepentingan rakyat, tetapi hanya mementingkan kehendak eksklusif kelompok itu sendiri dan membela rezim yang berafiliasi pada kepentingan asing,” kecam Andrie.[***]

Advertisements

Wartawan/Editor: Mahbub/Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News