GAPURA Tolak Jokowi, PENA 98 Kebakaran Jenggot

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Salah satu aksi menolak kedatangan Jokowi di Kota Palu yang dilakukan aktivis beberapa waktu lalu di Kota Palu. [Dok/JurnalSulteng]

Palu, Jurnalsulteng.com- Gerakan Aktivis Palu Untuk Rakyat (Gapura) Sulteng, akan melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan Jokowi di Sulawesi Tengah (Sulteng) khususnya di Kota Palu. Menguatnya Issu itu membuat  Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) yang dikenal sebagai pendukung Jokowi kebakaran jenggot. (Baca Juga: Demo Lengserkan Jokowi Membesar, Tapi tak Diberitakan )

Melalui devisi kampanyenya Ahmad Ridwan, dalam siaran persnya, Minggu (29/03/2015), PENA 98 menilai aksi pra kondisi “Mei Menggugat” yang disebarkan GAPURA Sulteng diberbagai Media Sosial (Medsos) serta alat komunikasi lainnya, sebagai issue rendahan yang tidak didasari dengan cara berpikir intelektual.

Baca Juga:

“Terkait beredarnya BC, SMS, Medsos dll perihal “Aktivis Tolak Presiden JOKOWI Datang ke Kota Palu, asesmen kami sebagai berikut,

1. Isu “Tolak Jokowi” yg disebar oleh GAPURA (Gerakan Aktivis Palu Untuk Rakyat Sulteng) sbg isu TEMPE, yaitu isu yg diproduksi serampangan, tdk lalui pergulatan pemikiran aktivis yg matang, teori lemah & pengorganisasian sempit.

Advertisements

2. Sekumpulan Mahasiswa yg motori & menamakan diri GAPURA, ada yg tdk terdaftar, drop-out & bahkan tak miliki track-record sbg Aktivis Pergerakan di Kota Palu, Sulteng.

3. Agar gerakan “Tolak Jokowi” yg dilakukan tidak TAHU-TEMPE & destruktif, kami himbau GAPURA selektif kelola isu, sebab tiada situasi-lokal yg imparsial dari polarisasi Nasional & Global. Begitu banyak isu KORUPSI & Abus Of Power Penyelenggara Negara yg patut kita kritisi bersama.

4. PENA ’98 tidak segan lawan massa dengan massa, jika itu mengusik wibawa Bangsa.
    (Baca Juga: Inilah ‘Prestasi Besar’ Jokowi versi ISIS )

Penilaian dan asemen PENA 98 ini pun ditanggapi GAPURA Sulteng. Melalui siaran persnya yang diterima Jurnalsulteng.com, devisi Agitasi dan Propaganda GAPURA Sulteng, Andrie Wawan mengatakan, tudingan PENA 98 bahwa GAPURA Sulteng anti pemerintah sangat keliru.

Advertisements

“Klarifikasi kami. 1. GAPURA, tidak anti pemerintah ataupun GAPURA bukan gerakan separatis. 2.  Semua tudingan PENA 98 (4 poin) tidak benar adanya terutama poin ke dua. 3. PENA 98 telah melakukan pengkerdilan kepada kelompok yang ingin berserikat (poin 4-red). 4 PENA 98, tidak mencerminkan kaum intelektual yang melihat situasi secara subjektif. 5. GAPURA Sulteng akan terus berjuang untuk menggulingkan rezim yang zalim.

Reaksi yang dimunculkan oleh PENA 98 ini juga mendapat tanggapan keras dari Ketua KPW Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulteng, Adi Prianto. Kepada Jurnalsulteng.com,  Adi menilai, cara yang dilakukan PENA 98 dalam menanggapi aksi pra kondisi GAPURA Sulteng terlalu reaktif dan terkesan kebakaran jenggot.

“Saya protes cara PENA 98 dalam merespon aksi mahasiswa,” tegas Ton sapaan akrab Adi Prianto via BBM, Minggu (29/03/2015).

Ton mengatakan, tidak sepatutnya menghadang massa dengan massa dengan alasan wibawa bangsa, sementara terjemahan PENA 98 wibawa bangsa dengan membakar gambar Jokowi.

“Harusnya terjemahan wibawa bangsa itu adalah kedaulatan bangsa yang dihajar habis-habisan sumber daya alamnya oleh pihak asing,” ujar Ton serius.

Ia menambahkan, sepatutnya pihak PENA 98 merasa miris akan situasi Sumber Daya Alam (SDA) Sulteng yang terus diperah oleh asing, tapi PENA 98 justeru berbalik arah dengan melakukan rencana menghadang massa.[Bob]

Advertisements

Editor: Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News