Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter, BMKG Minta Warga Pesisir Waspada

  • Whatsapp
[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 90
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) kembali mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia, yang berlaku pada 10-11 September 2020. Warga pesisir diminta mewaspadai gelombang tinggi mulai dari berkategori rendah, yakni 0,5-1,25 meter, hingga kategori sangat tinggi mencapai 4-6 meter.

BMKG menyebutkan, peningkatan gelombang tinggi terjadi menyusul adanya sirkulasi udara di Laut Natuna Utara. “Pola angin di wilayah Indonesia pada umumnya bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar antara 6-25 knot,” kata BMKG dalam siaran pers, Kamis (10/9/2020).

Baca Juga:

BMKG memantau adanya peluang peningkatan gelombang setinggi 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah di beberapa wilayah seperti Selat Malaka bagian tengah, Perairan Riau, perairan Kepulauan Batam, perairan Kepulauan Bintan, Laut Natuna, Selat Karimata bagian utara.

Kemudian, Selat Gelasa, Selat Sunda bagian utara, perairan Kepulauan Seribu, Teluk Jakarta, perairan Semarang-Demak, Selat Sape bagian utara, perairan Kalimantan Timur, Laut Maluku, perairan barat Kepulauan Halmahera, perairan utara Papua Barat, dan perairan Pulau Biak-Jayapura.

Advertisements

Sementara peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau sedang berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti Selat Malaka bagian utara, Selat Karimata bagian selatan, perairan Gresik-Surabaya, Laut Jawa bagian barat-tengah-timur.

Selanjutnya, Laut Bali, Selat Bali bagian utara, Selat Lombok bagian utara, Laut Flores, Perairan Kotabaru, perairan Kepulauan Selayar, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, Perairan selatan Ambon, Laut Banda, dan Laut Seram.

Advertisements

BMKG menyebutkan, sejumlah perairan Indonesia lainnya juga berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter. Perairan tersebut yakni, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, perairan Kupang-Pulau Rotte, serta Laut Arafuru.

“Sementara itu, di perairan utara Sabang dan Selat Sunda bagian selatan diperkirakan akan terjadi gelombang yang sangat tinggi mencapai 4 hingga 6 meter,” kata BMKG.

Menurut BMKG, potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. BMKG selalu mengimbau pada masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Untuk kapal tongkang diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kapal feri perlu mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meeter.

“Untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar, perlu mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter,” kata BMKG. [***]

Advertisements

Sumber: iNews

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News