Gempa Bumi Magnitudo 7,0 Guncang Sulawesi Utara, Ini Pemicunya

  • Whatsapp
[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 115
    Dibagikan

JurnalNews – Gempa bumi magnitudo 7,0 mengguncang Sulawesi Utara, Kamis malam 21 Januari 2021.

Dikutip dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 20:23 Wita

Lihat Juga

BMKG mencatat, gempa tersebut berpusat di 134 km kilometer (km) TimurLaut MELONGUANE-SULUT atau tepatnya di 4.98 Lintang Utara (LU) dan 127.38 Bujur Timur.

Kedalaman gempa mencapai 154 km. BMKG memperkirakan gempa tidak menimbulkan tsunami.

“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam akun resmi Twitter @infoBMKG.

Getaran gempa dirasakan dalam skala (MMI) IV Melonguane, IV Tahuna, IV Ondong, III Manado, III Bitung, II Bolaang Uki, II-III Gorontalo, II-III Halmahera Utara, II-III Galela.

Warga Kota Manado, Bitung, dan Bolaang Uki juga merasakan gempa ini dengan skala II-III MMI.

Sejumlah orang di Gorontalo juga melaporkan merasakan gempa ini dengan skala yang sama.

Sejauh ini, belum ada laporan atas dampak dari gempa tersebut.

Di Kabupaten Talaud tepatnya, Desa Miangas, Kecamatan Miangas, gempa membuat panik warga hingga lari ke luar rumah.

Kepala Bagian Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Talaud Septno Lantaa mengatakan, getaran gempa di Miangas sangat kuat sehingga menimbulkan bunyi dalam bangunan.

“Saya sempat koordinasi pegawai Puskesmas di Miangas bahwa guncangan cukup keras dan belum terdata kerusakan karena kepanikan penduduk yang lari keluar rumah,” ungkap mantan Camat Miangas Septno saat dihubungi Kamis malam.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Talaud, Alpius Londoran menjelaskan, beberapa laporan mulai masuk.

Dikatakannya, kondisi saat ini di Melonguane listrik padam. “Informasi sementara yang diterima, gempa di Miangas sangat kuat. Di Melonguane sendiri gempa cukup kuat, apalagi mereka di Kecamatan Nanusa dan Miangas. Itu pasti kuat,” sebut Alpius via telepon, Kamis malam.

Zona Tunjaman Lempeng
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, gempa ini termasuk gempa berkekuatan besar lazimnya terjadi di zona tunjaman lempeng.

Berita Terkait

Google News