Gerindra Dapat Jatah Menteri, PDIP: Diberi Hati Jangan Minta Ampela

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo menyampaikan keterangan pers usai bertemu Presiden Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). [Antara via CNNIndonesia]
Bagikan Artikel Ini
  • 318
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku tidak khawatir dengan keberadaan Partai Gerindra di dalam koalisi kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin periode 2019-2024. Ia hanya mengingatkan Gerindra jangan meminta lebih dari yang sudah diberikan Jokowi.

“Orang Jawa itu ada perumpamaan dikei ati ojo ngrogoh rempelo (diberi hati jangan minta ampela),” ujar Hasto di Restoran Gado-Gado Boplo, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Baca Juga

Hasto menuturkan PDIP legowo jika Gerindra bergabung ke dalam koalisi. Ia berkata hal itu merupakan risiko yang akan diterima usai mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019, bahwa akan ada partai yang merapat ke koalisi.

PDIP, kata dia, memberikan kepercayaan kepada Jokowi untuk menentukan arah bangsa ke depan. “Termasuk di dalam menentukan koalisi pasca pemilu presiden,” ujarnya.

Terkait dengan Gerindra di dalam koalisi, kata Hasto, juga membuktikan bahwa pemerintahan Jokowi merangkul. Ia menyebut hal itu diharapkan bisa mamperkuat soliditas dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal.

Di sisi lain, Hasto mengklaim tidak khawatir jika ada parpol yang hengkang dari koalisi karena keberadaan Gerindra di dalam koalisi. Ia menilai hal itu bagian dari dinamika politik.

“Demokrasi kan membuka ruang seluruh partai koalisi untuk berpendapat. Demokrasi bersama Pak Jokowi tidak menutup berbagai tanggapan-tanggapan kritis. Itu sehat di dalam dinamika koalisi,” ujar Hasto.

Hormati Hak Prerogatif Jokowi
Hasto juga menyebutkan bahwa PDIP menyatakan tidak mempermasalahkan jika Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024.

Ia Sekretaris mengatakan PDIP hanya memberikan makna ideologi dari setiap susunan nomenklatur dan program pemerintahan Jokowi lima tahun mendatang.

Bagi PDIP, penyusunan kabinet merupakan hak prerogratif Jokowi selaku presiden. “Dan kami menghormati hak itu,” ujar Hasto.

Hasto menuturkan Jokowi memiliki kewenangan penuh untuk menyusun kementerian. Jokowi juga memiliki kewenangan untuk menentukan pergerakan kemajuan bangsa ke depan.

Loading…

Meski memiliki kebebasan, Hasto meyakini Jokowi telah mempertimbangan secara matang sosok menteri yang bakal membantu merealisasikan visi dan misinya.

“Bapak Jokowi tentu saja telah mempertimbangkan dengan seksama nama-nama yang akan mendampingi beliau sebagai pembantu presiden,” ujarnya.

Di sisi lain, Hasto mengklaim seluruh pimpinan parpol Koalisi Indonesia Kerja menghormati hak prerogatif presiden dalam menyusun kabinet. Parpol koalisi juga memahami pertimbangan Jokowi dalam mengambil keputusan ketika memperbesar koalisi pemerintah dengan menerima partai di luar koalisi.

“Karena semangat gotong royong inilah yang sebenarnya menjadi jiwa bagi bangsa,” ujar Hasto.

Dua Kader Gerindra Jadi Menteri Jokowi
Seperti diberitakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan dua kader parpolnya akan menjadi menteri dalam kabinet Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024.

Prabowo menyampaikan hal itu dengan menyebut yang datang menghadap Jokowi hari ini di Istana Kepresidenan sebanyak dua orang.

“Yang dipanggil dua (orang), jadi berapa?” kata Prabowo usai bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2019) petang.

Prabowo datang menghadap Jokowi bersama Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo.

Namun, Prabowo tak menyebut posisi menteri apa yang akan dijabat kader partai berlambang kepala burung Garuda itu. Ia hanya menyatakan diminta membantu oleh Jokowi di bidang pertahanan.

“Pak Presiden yang akan mengumumkan. Jadi mungkin ada sedikit konfirmasi, tempatnya di mana, tapi intinya adalah beliau sendiri yang akan umumkan mungkin nanti hari Rabu,” ujar Prabowo yang notabene adalah rival Jokowi dalam dua Pilpres terakhir.

Prabowo mengaku saat bertamu ke Istana Merdeka itu mendapat pengarahan langsung dari Jokowi. Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengaku siap bekerja keras untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan.

Meski didesak wartawan terkait siapa dan posisi yang telah ditentukan Jokowi, Prabowo tetap tak mengungkapkan menteri untuk Gerindra. Ia menyatakan hari ini telah resmi diminta membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk lima tahun ke depan.

“Hari ini resmi diminta dan kami sudah sanggupi untuk membantu,” tuturnya. [***]

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA