Gugus Tugas Covid-19, BIN dan Unair Temukan Kombinasi Obat untuk Corona

  • Whatsapp
[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 172
    Shares

 

Jakarta, JurnalNews.id – Kombinasi obat-obatan yang berpotensi dapat membantu penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) ditemukan. Penemuan itu, merupakan hasil kerja sama Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem-Cell Universitas Airlangga (Unair) dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca Juga

Sekretaris Utama (Sestama) BIN, Komjen Pol. Bambang Sunarwibowo menyampaikan dalam rangka ikut membantu memutus mata rantai penularan Covid-19, BIN bekerja sama dengan semua pihak, baik lembaga penelitian dan rumah sakit menemukan obat terkait virus corona.

“Kami bekerja sama dalam hal ini dengan pihak Unair, melakukan riset antara lain yang kita lakukan saat ini, alhamdulillah pada minggu lalu sudah ditemukan efektifitas kombinasi obat dari obat yang sudah beredar, bagaimana efektifnya penyembuhan kepada pasien Covid-19 ini,” kata Bambang, dalam jumpa persnya, di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Ketua Peneliti dan Pengembangan Stem-Cell Unair, Purwati menyampaikan regimen kombinasi obat-obatan yang diteliti berasal dari yang sudah beredar di pasaran. Kemudian, tim langsung meneliti potensi dan efektifitas obat tersebut.

“Indikasinya lebih luas menjadi obat untuk mempunyai efek sebagai antiviral dari SARS CoV2 (Severe Acute Respiratory Syndrome coronavirus 2) dengan penanganan Covid-19 yang berbasis dari virus yang berada di Indonesia,” ujar Purwati.

Advertisements

Penelitian tersebut, melalui serangkai proses. Pertama, dia mengungkapkan, mengecek obat yang mau dipakai itu mengandung racun (toxic) atau tidak bagi tubuh. Kedua, mengecek atau meneliti potensi obat tersebut untuk membunuh atau daya killing virus corona.

Pada tahap ketiga, Purwati menuturkan, peneliti mengecek sampai seberapa lama efektivitas obat tersebut. Kemudian, juga mengecek beberapa faktor inflamasi dan anti-inflamasi.

“Dari penelitian ini, dari 14 regimen obat yang kita teliti, akhirnya kita mendapatkan 5 kombinasi regimen obat yang memunyai potensi dan efektifitas yang cukup bagus untuk menghambat virus itu masuk ke dalam sell target dan juga untuk menghambat atau menurunkan perkembangbiakan daripada virus itu di Cell,” tutur.

“Hal ini kita ikuti mulai bertahap, mulai dari 24 jam, 48 jam, dan 72 jam maka virus tersebut dari yang jumlahnya ratusan ribu maka di sini menjadi un-detected,” kata Purwati.

Berikut 5 kombinasi obat yang ditemukan efektif:

1. Lopinavir-ritonavir-azitromisin
2. Lopinavir-ritonavir-doksisiklin
3. Lopinavir-ritonavir-klaritromisin
4. Hidroksiklorokuin-azitromisin
5. Hidroksiklorokuin-doksisiklin

Regimen kombinasi obat corona tersebut dijelaskan dr Purwati tidak untuk diperjualbelikan secara bebas.

“Belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara Unair, BNPB, dan juga Badan Intelijen Negara,” pungkas dr Purwati. [***]

Sumber: iNews

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News