Harun Yahya, Pemikir Berbahaya yang Divonis 1.075 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Petugas polisi Turki mengawal televangelis dan pemimpin sekte, Adnan Oktar (tengah) alias Harun Yahya di Istanbul, saat dia ditangkap atas tuduhan penipuan pada 11 Juli 2018 lalu. Kini dia terbukti telah melakukan kejahatan seksual yang mengakibatkannya dipenjara lebih dari 1.000 tahun. | Foto: AFP/Getty Images
Bagikan Artikel Ini
  • 45
    Dibagikan

JurnalNews – Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara 1.075 tahun terhadap pemimpin penceramah dan pemimpin sekte Adnan Oktar alias Harun Yahya. Vonis ini dikeluarkan oleh pengadilan di Istanbul, Turki, pada Senin 11 Januari 2021.

Harun Yahya  merupakan nama pena di bukunya ‘Atlas of Creation’ yang diciptakan buat menyangkal teori evolusi Charles Darwin.

Lihat Juga

Melansir The Guardian, Yahya juga sosok kontroversial dalam bidang sains. Buku Atlas of Creation menjadi pernyataannya bahwa tidak ada evolusi sebagaimana diklaim Darwin.

Yahya dinyatakan bersalah atas 10 dakwaan terpisah, di antaranya pelecehan seksual terhadap anak, memimpin geng kriminal, pemerkosaan, pemerasan, penipuan, melakukan mata-mata politik dan militer, serta penyiksaan.

Jaksa mengatakan Adnan Oktar memimpin organisasi yang digambarkan sebagai organisasi kriminal.

Pengadilan terhadap Oktar digelar sejak September 2019 setelah ia ditangkap oleh polisi Turki di Istanbul bersama 235 pengikutnya pada 2018.

Saat ditangkap pada 2018, ia diduga mendirikan kelompok penjahat, melakukan penipuan, dan tindak pelecehan seksual.

Menurut kantor berita Turki, Anadolu, polisi melakukan penggerebekan di beberapa tempat di Turki, termasuk di lima provinsi yang berbeda dan di berbagai lokasi properti milik Oktar.

Polisi mengatakan mereka mencari bukti kejahatan finansial yang diduga dilakukan oleh Oktar.

Oktar ditangkap di rumahnya di Istanbul, di kawasan Cengelkoy, yang merupakan bagian Asia dari kota ini.

Ini untuk kedua kalinya organisasi yang ia jalankan berusan dengan pihak berwajib yang berujung dengan penahanan dirinya.

Pada 1999 lalu ia ditahan dengan tuduhan melakukan intimidasi dan mendirikan kelompok penjahat, namun penyelidikan atas kasus ini kemudian dihentikan.

Berita Terkait

Google News