Harun Yahya, Pemikir Berbahaya yang Divonis 1.075 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Petugas polisi Turki mengawal televangelis dan pemimpin sekte, Adnan Oktar (tengah) alias Harun Yahya di Istanbul, saat dia ditangkap atas tuduhan penipuan pada 11 Juli 2018 lalu. Kini dia terbukti telah melakukan kejahatan seksual yang mengakibatkannya dipenjara lebih dari 1.000 tahun. | Foto: AFP/Getty Images
Bagikan Artikel Ini
  • 45
    Dibagikan

Ketika itu, Ebru Simsek, seorang model Turki menuduh organisasi pemujaan ini telah memerasnya dengan menggunakan ancaman video seks.

Menurut bekas anggota organisasi, apabila seorang perempuan menikah dengan Oktar maka dia akan menjadi ‘saudara perempuan’ dan setelah menjadi ‘saudara perempuan’, tak seorang pun dari ‘murid’ laki-laki Oktar -yang diberi sebutan ‘singa’- diizinkan untuk melakukan hubungan seksual dengan mereka.

Lihat Juga

Bekas anggota ini juga mengatakan, jika anggota tidak menjadi ‘saudara perempuan’, maka ia akan menjadi ‘motor’, sebuah istilah populer untuk menggambarkan perempuan yang tidur dengan banyak laki-laki.

Anggota laki-laki dari kelompok organisasi Oktar dibolehkan mendekati mereka dan melakukan hubungan seks.

Atas klaim-klaim ini, di masa lalu Oktar mengatakan bahwa ini semua adalah serangan terhadap dirinya dan organisasinya, sebagai bagian dari konspirasi global, yang digalang oleh lembaga intelijen Inggris.

Sahabat Israel
Meski mengkritik agama Yahudi, Oktar memiliki hubungan yang baik dengan Israel dalam beberapa tahun belakangan.


Adnan Oktar berfoto bersama tamu lintas agama, yang berasal dari komunitas Yahudi, Islam, dan Kristen. | Foto: A9 TV/Facebook

Baik dirinya maupun para pengikut organisasinya mengunjungi Israel dalam berbagai kesempatan dan telah bertemu petinggi pendeta Yahudi dan juga para politisi.

Pejabat senior Israel juga membalas kunjungan ini dengan menjumpai Oktar di Turki.

Yang pernah bertemu Oktar di Turki antara lain adalah Ayoub Kara, menteri komunikasi Turki dan anggota parlemen Israel dari Partai Likud.

Kara tampil di stasiun TV milik Oktar, dengan mengatakan, “Saya sangat senang ketika saya di sini di Turki, mendengarkan (Oktar)”.

Senada dengan Kara, rabi utama Tel Aviv, Yisrael Meir Lau, di acara TV Oktar mengatakan, “Saya ingin berterima kasih (kepada Anda) atas sambutan yang hangat ini, terima kasih atas undangannya dan terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bertemu.”

Pada 2017, Oktar mengirim delegasi untuk mengunjungi parlemen Israel, Knesset, bertemu dengan para pejabat senior dan diperkenalkan secara langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ***

Berita Terkait

Google News