Helikopter MI 17 Milik TNI AD Jatuh di Kawasan Industri Kendal

  • Whatsapp
Helikopter MI 17 milik Penerbangan TNI AD yang mengangkut sembilan personel TNI jatuh di Kawasan Industri Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwung, Kabupaten Kendal, Sabtu (6/6/2020). [Okezone]
Bagikan Artikel Ini
  • 542
    Shares

JurnalNews.id – Sebuah helikopter MI 17 milik Penerbangan TNI AD yang mengangkut sembilan personel TNI jatuh di Kawasan Industri Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwung, Kabupaten Kendal, Sabtu (6/6/2020) sekitar pukul 14.30 WIB. Akibat insiden tersebut dilaporkan empat orang tewas dan lima orang luka.

Menurut saksi mata Suwarno sebelumnya helikopter tersebut terlihat terbang rendah dari arah utara menuju selatan.

Baca Juga

“Lalu tiba tiba heli menukik dan jatuh dari ketinggian 20 meter. tiga orang meninggal di tempat karena luka bakar, sementara satu orang meninggal di rumah sakit, sedangkan lima lainnya mengalami luka-luka,” ungkap Suwarno warga setempat yang melihat kejadian tersebut.

Menurut dia, tidak banyak orang yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa itu terjadi. Dia juga memgaku tidak ada yang berani mendekat ke sekitar heli yang jatuh.

Sarwono yang juga pekerja proyek di lokasi menambahkan, helikopter itu sempat terbang setinggi 20 meter. Kemudian oleng dan jatuh dengan posisi bagian depan duluan. “Jatuh langsung jatuh nyungsep,” kata dia.

Advertisements

Menurutnya, sempat ada ledakan sesaat helikopter itu jatuh. “Jadi nyungsep, baling-balingnya masih muter, pantatnya heli yang geser terus meledak, ada suara ledakan tapi gak keras,” kata dia.

Saksi mata lain Johana Satiya Putra (31), yang juga warga setempat menjelaskan kronologi kecelakan helikopter tersebut. Dia melihat saat dari arah Barat, helikopter tersebut sudah dalam keadaan oleng dan mengeluarkan asap.

Sebelum helikopter terjatuh, ada orang terlihat melompat ke tambak. Sesaat kemudian, pesawat jatuh dan mengeluarkan asap. Selanjutnya helikopter itu meledak.

“Pada saat heli belum meledak, sempat keluar tiga orang menyelamatkan diri,” kata Johana Satiya Putra, warga Desa Rejosari Rt 1/4 Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal.

Supplier tanah timbunan yang kebetulan berada di lokasi saat kejadian itu mengatakan, korban yang sudah keluar dari helikopter selanjutnya dievakuasi ke RSUD Soewondo Kendal.

Satu orang yang dievakuasi dinyatakan meninggal dunia di RSUD Kendal.

Setelah dilakukan pemadaman helikopter yang meledak, petugas menemukan tiga korban meninggal dunia karena terbakar di dalam helikopter.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan, Helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA 5141 itu dinyatakan dalam kondisi baik sebelum terbang. Saat dilaksanakan pre-flight check, tidak ditemukan hal-hal menonjol.

“Selain itu, misi latihan terbang endurance pertama (sebelum misi kedua) juga berjalan dengan aman,” kata Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam siaran pers, Sabtu (6/6/2020).

Nefra mengatakan, sekitar jam 12.35 siang tadi, helikopter ini melaksanakan misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang tactical manuver. Namun, sekitar jam 13.40 WIB tadi, Helikopter MI-17 ini jatuh di Kaliwungu, Kecamatan Kendal, tepatnya di kawasan industri Kendal.

Setelah jatuh, Helikopter MI-17 ini terbakar. Akibatnya, empat orang kru helikppter meninggal dunia sementara lima lainnya luka-luka.

“Korban luka-luka saat ini sudah eievakuasi ke rumah sakit terdekat,” kata Brigjen TNI Nefra Firdaus.

Sementara penyebab jatuhnya Helikopter MI-17 TNI AD, hingga kini masih dalam proses investigasi.

Adapun ama-nama para korban tewas Helikopter MI-17 TNI AD, yakni: Kapten Cpn Kadek, Kapten Cpn Fredi, Kapten Cpn Y Hendro, dan Lettu Cpn Wisnu. Sementara lima korban luka-luka, yakni Lettu Cpn Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto, dan Praka Andi. [***]

Sumber: iNews

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News