HMI Dipo Cabang Palu Dukung Polri Berantas Terorisme dan Radikalisme

  • Whatsapp
Ketua HMI Dipo Cabang Palu, Febriansyah. | Foto: Istimewa
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dipo Cabang Palu, Febriansyah, mendukung upaya Polri dalam memberantas terorisme dan paham radikalisme. Upaya Polri menangkap dan mengejar para terduga teroris juga dinilai sangat tepat.

Febriansyah berharap, Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dapat segera menuntaskan kasus penyerangan Mabes Polri, termasuk aksi  bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga

“Sebagai mahasiswa dan masyarakat, saya mendukung penuh aparat kepolisian dan jajaran untuk melakukan langkah-langkah progresif dalam rangka penangkapan dan pengungkapan kasus-kasus terorisme dan kasus-kasus kekerasan lainnya,” kata Febriansyah di Palu, Rabu 7 april 2021.

Febriansyah juga mengutuk segala bentuk aksi terorisme yang sangat merugikan masyarakat.

“Kami mengutuk keras aksi bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar dan penembakan yang terjadi di Mabes Polri,” kata Febriansyah.

Febriansyah mengimbau agar masyarakat untuk selalu waspada terhadap konten radikalisme dan provokatif yang banyak beredar di media sosial. Ia juga mengajak pengguna media sosial melaporkannya ke pihak berwajib atau ke platformnya jika menemukan konten yang terindikasi radikalisme.

“Jika menemukan konten yang terindikasi mengarah radikalisme, sebaiknya segera laporkan dengan melakukan report ke penyedia platform seperti Twitter, Instagram, YouTube, Facebook dan sebagainya agar konten tersebut segera diturunkan oleh penyedia platform,” ungkapnya.

Terlebih kepada generasi nilenial agar senantiasa konsisten menyebarkan konten positif seputar persatuan dan perdamaian di media sosial, serta tidak menyebarkan konten aksi terorisme seperti foto maupun video.

“Sebaiknya juga tidak ikut memposting atau menyebarluaskan konten foto, gambar, atau video korban aksi terorisme di media sosial. Karena hal itu akan memberi peluang bagi pelaku teror untuk mencapai tujuannya yakni menyebarkan ketakutan di kalangan masyarakat,” imbaunya. ***

Berita Terkait

Google News