IAI Sulteng Akan Gelar Penataran Kode Etik Arsitek di Tolitoli

IAI Sulteng
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai kode etik Arsitek, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akan menggelar Penataran Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku Profesi Artsitek. Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 16-17 Februari 2019 mendatang, di Mitra Utama Hotel, Kabupaten Tolitoli.

Ketua IAI Sulteng Taswin Bullu, IAI dalam rilisnya yang diterima Jurnalsulawesi.com, Kamis (24/1/2019) mengatakan, pelayanan jasa Arsitek yang profesional merupakan satu sistem dalam manajemen industri pelayanan yang harus mempunyai ketangguhan di berbagai aspek. Salah satu aspek yang terpenting adalah Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga

“Sebagai wadah para arsitek dalam menjalankan profesinya, IAI berkewajiban untuk meningkatkan kemampuan anggotanya dalam memberikan pelayanan Jasa Arsitek, sesuai dengan amanat Undang-Undang Arsitek Nomor 6 Tahun 2017,” terangnya.

Loading…

Menurut Taswin, IAI perlu menyiapkan sumber daya manusia yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa arsitek secara profesional, agar dapat menjawab tantangan dan persaingan pasar. IAI berupaya mewujudkan hal itu melalui proses pendidikan profesi, pemagangan, sertifikat keahlian.

“Karena itu, IAI mewajibkan seluruh anggotanya mengikuti Penataran Keprofesian Berstrata,” tegasnya.

Taswin menambahkan, pelaksanaan Penataran Kode Etik dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek yang rencananya akan dibuka Bupati Tolitoli, H. Moh. Saleh Bantilan ini akan diikuti
anggota baru IAI dan Penataran Profesi Strata 1 dan 2 akan diikuiti Anggota Biasa.

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Tolitoli ini bertujuan untuk membina Sumber Daya Arsitek di Wilayah Tolitoli dan Buol, yang selama ini belum bisa mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Pengurus Provinsi di Kota Palu.

“Kami berharap, dengan dilaksanakannya penataran keprofesian berstrata, ke depan dapat terbentuk kepengurusan IAI Wilayah Tolitoli dan Buol yang memiliki potensi sumber daya arsitek yang bisa berperan dengan baik dalam pembangunan Nasional, maupun dalam memasuki pasar global,” ujar Taswin. [***]

Penulis; Sutrisno/*

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA