IDI Tepis Tudingan Dokter Penyebab Defisit BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan. [Okezone]
Bagikan Artikel Ini
  • 51
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menepis tudingan bahwa sikap dokter menjadi salah satu penyebab keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi defisit. Hal ini menyikapi pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto beberapa waktu yang lalu.

Dikutip dari iNews.id, Kepala Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) HN Nazar mengatakan, salah satu penyebab defisit lembaga yang mengurusi jaminan kesehatan rakyat Indonesia itu karena masih adanya fraud dan tata kelola rumah sakit terhadap klaim BPJS Kesehatan. Nazar sangsi bahwa defisit BPJS Kesehatan disebabkan oleh tindakan dokter.

Baca Juga:

Iklan

Menurut dia, diperlukan bukti data yang kuat dan valid untuk membuktikan tuduhan tersebut. “Seketat apa pun pengawasan dengan segala macam alasan bisa saja enggak ada (pelanggaran profesi dokter), bukan tidak mungkin. Tapi persoalan seyogyanya barang kali data yang dihadirkan itu tidak bisa menjadi bahan untuk mengatakan bahwa terjadi defisit karena itu,” kata dia.

Tuduhan tersebut dinilai bisa menciderai kredibilitas profesi dokter. Untuk itu, rumah sakit (RS) harus benar-benar melakukan verifikasi secara baik terhadap tindakan dokter kepada pasien.

“Peran RS institusi tempat berkiprah dokter sangat besar, terutama dalam masalah verifikasi. itu yang kamu garis bawahi,” ucapnya di Jakarta, Minggu (1/12/2019).

Beberapa waktu lalu Terawan menyebut bahwa persalinan yang dilakukan melalui operasi sectio caesarae (operasi caesarae) terhadap pasien ibu mengandung dilakukan dokter tidak sesuai dengan ketentuan. Alhasil, RS mendapatkan klaim BPJS Kesehatan yang cukup besar.

Diketahui penanganan operasi caesarae menduduki peringkat atas dalam penanganan rawat inap di banyak RS di Indonesia.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bahwa defisit BPJS Kesehatan mencapai Rp9,1 triliun di tahun 2018. Tahun ini pun, Kementerian Keuangan memprediksi BPJS Kesehatan akan mengalami defisit. [***]

Iklan
loading...

Pos terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA