Ikan Mitos Pertanda Gempa Bumi Hebohkan Majene

Bagikan Artikel Ini

Majene, Jurnalsulawesi.com – Seekor Oarfish berukuran panjang 3,5 meter menghebohkan masyarakat Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Ikan itu dijual salah seorang nelayan di tempat pelelangan ikan dadakan di dermaga Kabupaten Majene pada Jumat, 16 Juni 2017.

Abdul Wais, pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan dadakan itu mengatakan, awalnya ia mengira ikan itu sejenis ikan layur. Namun, salah seorang pengunjung memberitahunya bahwa ikan itu adalah Oarfish.

Baca Juga:

“Tadi ada pengunjung mengatakan ikan itu adalah Oarfish. Saya coba cari di internet ternyata betul,” kata Abdul Wais yang dikutip Liputan6.com.

Kemunculan ikan tersebut di tempat pelelangan mengundang kehebohan. Nelayan ramai kasak-kusuk karena mempercayai jika kemunculan ikan Oarfish ke permukaan laut menjadi pertanda akan terjadinya bencana gempa bumi.

“Kami percaya itu sejak dahulu kala,” kata Ridwan.

Terpisah, Rezky Eko Muliawan, mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor membenarkan ikan tangkapan nelayan adalah Oarfish (Regalecus glesne).

“Dia disebut The Giant Oarfish, nama ilmiahnya Regalecus glesne,” kata Rezky.

Menurut Rezky, ikan tersebut termasuk ikan laut dalam karena hidup di kedalaman lebih 1000 meter di bawah permukaan laut. Ia berpendapat mitos kehadiran ikan sebagai pertanda akan terjadinya gempa bumi bisa jadi karena habitatnya yang berada di dasar laut.

“Jadi mungkin lebih peka terhadap pergerakan lempeng (bumi) di lautan,” ujarnya.

Rezky juga menjelaskan bahwa gempa di dasar laut itu ada banyak jenis. Namun, pergeseran lempeng bumi di dasar laut akan mengeluarkan karbonmonoksida dalam jumlah yang besar dan itu bisa mempengaruhi biota besar seperti Oarfish.

“Gas itulah yang menyebabkan biota laut yang habitatnya di dasar laut kemudian sakit dan muncul ke permukaan laut bahkan ada yang mati hingga terdampar di tepi pantai,” lanjutnya.

Dikutip dari penelusuran Liputan6.com, seminggu sebelum gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter dan tsunami besar melanda pantai timur Jepang pada 11 Maret 2011 lalu, ditemukan banyak Oarfish yang naik ke daratan pantai Jepang dan sebagian tersangkut di jaring nelayan. Kawanan Oarfish juga kedapatan muncul di permukaan laut sebelum gempa dahsyat terjadi di Cile dan Haiti pada 2010. [***]

 

Source; Liputan6

loading...

Berita Lainnya

Google News