India Pecahkan Rekor Dunia, Suntikkan 22 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Per Hari

  • Whatsapp
Vaksin AstraZeneca. | Foto: The Verge
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – India berhasil memecahkan rekor dunia pemberian vaksinasi Covid-19, dengan jumlah mencapai 22,6 juta per hari, pada Jumat 17 September 2021 kemarin.

Jumlah tersebut meningkat sebanyak tiga kali lipat dari total rata-rata harian dalam sebulan teraakhir.

Baca Juga

Dikutip dari Channel News Asia, Menteri kesehatan menyebut, hal ini menjadi tonggak vaksinasi di India setelah pemerintah mendapat sorotan keras akibat peningkatan infeksi dan jumlah kematian yang tinggi pada April dan Mei 2021 lalu.

“Setiap orang India akan bangga dengan rekor angka vaksinasi hari ini,” kata Perdana Menteri Modi di Twitter. “Mari kita terus tingkatkan vaksinasi untuk mengalahkan COVID-19.”

Puncak vaksinasi India sebelumnya sebesar 14,1 juta tercapai pada 31 Agustus, dengan rata-rata harian 7 juta dosis dalam 30 hari terakhir.

Vaksinasi telah melonjak dalam beberapa minggu terakhir, berkat peningkatan pesat dalam produksi AstraZeneca oleh Serum Institute of India (SII), sebagai pembuat vaksin terbesar di dunia.

SII akan memasok 200 juta dosis untuk program vaksinasi di India bulan ini, yang pada bulan sebelumnya hanya sekitar 150 juta, kata sumber pemerintah yang menolak disebutkan namanya.

Selain itu, Bharat Biotech akan memasok 35 juta dosis Covaxin bulan ini, sementara Cadila Healthcare akan bergabung dalam upaya inokulasi bulan depan dengan menjual 10 juta dosis vaksin DNA COVID-19.

Sumber itu mengatakan memvaksinasi orang India tetap menjadi prioritas untuk saat ini meskipun negara itu pada akhirnya akan menjadi pemasok utama suntikan yang terjangkau bagi dunia. India, yang menghentikan ekspor vaksin COVID-19 pada April, kini memiliki kapasitas untuk memproduksi lebih dari 2 miliar dosis per tahun.

Negara berpenduduk 1,35 miliar orang itu telah memberikan lebih dari 792 juta dosis, terbanyak setelah China.

India telah memberikan setidaknya satu dosis kepada lebih dari 62 persen dari 944 juta orang dewasanya dan dua dosis kepada sekitar 21 persen, dengan tujuan untuk memberikan setidaknya satu dosis kepada hampir semua orang dewasa pada paruh pertama bulan depan.

Negara ini telah melaporkan lebih dari 33,38 juta kasus virus corona dan 444.248 kematian. ***

Berita Terkait

Google News