Ini 10 Calon Vaksin Virus Corona di Dunia

  • Whatsapp
[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 31
    Shares

JurnalNews.id – Perjalanan menemukan vaksin dan obat virus corona Covid-19 memang masih panjang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kemungkinan vaksin tersebut baru akan tersedia paling cepat 2021.

Saat ini sejumlah perusahaan dan negara mulai dari AS, China ke Jerman, para ilmuwan bekerja sepanjang waktu untuk menemukan vaksin melawan virus corona baru.

Baca Juga

Sebagian besar program berada pada tahap awal, yang berarti standar data, uji klinis dengan plasebo “buta” dan kelompok terapi yang masih memerlukan waktu.

Dalam waktu normal, proses untuk menyetujui obat atau vaksin lambat dan melelahkan. Hal itu dapat dipercepat tetapi dengan risiko bahaya yang tidak terduga.

Ketika aturan dilonggarkan dalam keinginan untuk mendapatkan vaksin ke pasar dengan cepat, penting untuk mengarahkan pandangan skeptis pada data yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Mungkin juga bisa muncul lebih dari satu vaksin yang dapat digunakan.

Dikutip dari Bloomberg, dalam epidemi polio tahun 1950-an, para ilmuwan mengembangkan dua jenis, pertama suntikan dan kemudian tetes oral, untuk membantu memberantas penyakit.

Berikut sejumlah perusahaan medis yang sedang meneliti kandidat antivirus corona:

Johnson & Johnson
Dengan anggaran satu miliar dollar AS, Johnson & Johnson bekerjasama dengan pemerintah AS untuk menguji vaksin, J&J berencana untuk memulai uji coba manusia pada bulan September.

Inovio
Inovio memulai uji coba vaksinnya pada bulan April; perusahaan menargetkan studi yang lebih besar musim panas ini.

Moderna
Pemerintah AS telah menghibahkan perusahaan hampir 500 juta dollar dalam pendanaan untuk mengembangkan dan menguji kandidat virusnya. Uji coba pasien sedang dilakukan; hasil awal pengujian itu dapat tersedia pada akhir Mei atau Juni.

Sinovac
Perusahaan mengatakan inokulasi dapat menetralkan berbagai jenis virus.

CanSino Biologics
Perusahaan CanSino Biologics yang terdaftar di Hong Kong bekerja bersama dengan militer China untuk mengembangkan vaksin. Vaksin ini memulai percobaan manusia di Wuhan.

Sanofi dan GlaxoSmithKline
Sanofi adalah teknologi pengujian yang sudah digunakan dalam suntikan flu, dengan Glaxo menyediakan beberapa bahan. Uji coba pasien dapat dimulai pada paruh kedua tahun ini.

Imperial College London
Peneliti Imperial College London telah menerima dana untuk proyek vaksin mereka dan bertujuan untuk memulai uji klinis pada bulan Juni.

China National Biotec
Pembuat obat-obatan milik negara China mulai melakukan uji coba pada manusia yang dikendalikan plasebo pada bulan April.

Oxford University dan AstraZeneca
Mereka telah setuju untuk melakukan inokulasi eksperimental yang dikembangkan oleh para peneliti di Oxford. Sudah dipelajari pada manusia, itu bisa mencapai uji tahap akhir pada pertengahan tahun.

BioNTech dan Pfizer
Duo Jerman dan Amerika meluncurkan uji klinis vaksinnya di AS dan Eropa.

Jika berhasil dan disetujui oleh regulator, pembuat obat dapat mulai mendistribusikan suntikan berdasarkan penggunaan darurat pada musim gugur.

Tahapan uji coba ilmiah vaksin virus corona:

* Uji coba pada manusia fase I, Anda hanya menguji keamanan (apakah perawatan atau vaksin menyebabkan kerusakan?)

* Fase II, para ilmuwan mulai menguji ‘kemanjuran’ pada sejumlah kecil orang – apakah vaksinnya berfungsi?

*Uji coba fase III melibatkan pengujian efikasi pada ratusan atau ribuan orang. [***]

Sumber: Kompas

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News