Ini Ancaman Pidana dan Denda Bagi Penyebar Hoax Corona

[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 46
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Merebaknya virus corona (covid-19) merupakan duka bagi masyarakat Indonesia tidak terkecuali Sulawesi Tengah (Sulteng). Hingga Kamis (26/3/2020) Pukul 16.00 Wita, kondisi terkini di Sulteng telah terkonfirmasi satu orang pasien positif covid-19, ODP 41 orang dan PDP 18 orang.

Tetapi disayangkan masyarakat dunia maya menggunakan peristiwa ini dengan menyebarkan berita atau informasi yang tidak jelas kebenarannya atau hoaks yang menambah keresahan masyarakat.

Baca Juga

 

Polda Sulteng melalui Kabidhumas Kombes Polisi Didik Supranoto, S.IK meminta kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media social dengan tidak membuat atau menyebarkan informasi hoaks.

“Polda Sulteng dan jajaran tidak segan-segan untuk menindak dan memburu pelakunya karena aturan hukumnya sudah jelas,” kata Didik dalam keterangannya, Jumat (27/3/2020).

Berdasarkan Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disebutkan bahwa “Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”.

Jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran terhadap pasal tersebut, maka mereka dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 45A ayat (1) UU ITE.

“Di dalam pasal itu disebutkan bahwa “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar,” tutup Didik. [***]

Editor: Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News