Ini Panduan Salat Jumat dari Muhammadiyah di Tengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Ilustrasi salat Jumat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). [Antara]
Bagikan Artikel Ini
  • 268
    Shares

 

Jakarta, JurnalNews.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan panduan atau tuntunan salat Jumat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Panduan tersebut dikeluarkan Muhammadiyah terkait pembukaan kembali masjid di beberapa daerah Indonesia.

Baca Juga

Panduan tersebut terangkum dalam surat edaran (SE) PP Muhammadiyah Nomor 05/EDR/I.0/E/2020 Tentang Tuntunan dan Panduan Menghadapi Pandemi dan Dampak Covid-19. SE yang diterbitkan Kamis (4/6/2020) itu ditandatangani Ketua Umum (Ketum) Haedar Nasi dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Abdul Mu’ti.

Muhammadiyah menyarankan warganya yang berada di daerah aman atau masuk zona hijau agar salat sunah di rumah. Shalat fardlu kifayah juga disarankan di rumah apabila syarat fardlu kifayah di masjid telah terpenuhi.

Salat Jumat dapat dilaksanakan di masjid, musala, atau tempat lain yang memungkinkan. Pelaksanaan salat di masjid/musala semaksimal mungkin mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) atau pemerintah setempat.

“Untuk memberikan kesempatan masyarakat yang hendak menunaikan ibadah salat Jumat, pelaksanaan salat Jumat dengan protokol pencegahan Covid-19 dapat dilaksanakan lebih dari satu rombongan/sif atau diperbanyak tempatnya dengan memanfaatkan gedung/ruangan selain masjid/musala yang memenuhi syarat tempat salat,” tulis edaran Muhammadiyah.

Advertisements

Muhammadiyah juga meminta warga tetap memantau perkembangan mengenai satus aman (zona hijau) atau darurat (zona merah) yang ditetapkan pemerintah pusat dan daerah.

“Perlu diketahui status zona bisa berubah setiap saat, oleh karena itu warga Muhammadiyah agar selalu mengikuti perkembangan keadaan sehingga ketika ada perubahan status bisa melakukan tindakan yang diperlukan,” tulis edaran Muhammadiyah.

Warga Muhammadiyah dimineta tetap waspada disertai ikhtiar untuk mengatasi berbagai masalah pandemi Covid-19 baik kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Serta, tetap mengutamakan sikap berdasarkan agama (dīniyyah) sesuai manhaj Tarjih dan ilmu pengetahuan (ilmiah).

“Dalam beribadah hendaknya tetap mengutamakan pertimbangan kesehatan, kemaslahatan, keselamatan, dan keamanan sesuai maqāṣid al-syarī’ah untuk menghindari mafsadat dan mengurangi penularan Covid-19,” tulis edaran Muhammadiyah yang dilansir iNews.id. [***]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News