Ini Tuntutan FKUB Sulteng Terkait Tragedi Lembantongoa, Kabupaten Sigi

  • Whatsapp
FKUB Sulteng membacakan pernyataan sikap terkait tragedi Lembantongoa, Senin (30/11/2020). FKUB Sulteng mendesak Pemda bersama TNI-Polri menuntaskan kasus yang menewaskan empat orang warga Lembantongoa, Kabupaten Sigi. [Foto: Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 62
    Dibagikan

Palu, JurnalNews.id – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menggelar pertemuan yang digagas Pengurus Persekutuan Gereja-Gereja dan lembaga Injili Indonesia (PGLII) dan Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI) Sulteng, Senin (30/11/2020).

Pertemuan yang berlangsung di Kedai 27 Kota Palu itu, dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi Lembantongoa, Kabupaten Sigi.

Lihat Juga

Turut hadir pada pertemuan itu diantaranya Ketua FKUB Sulteng Prof. Zainal Abidin, Ketua PGLII Sulteng Yewin Candra, SE, Ketua Kalsis GPID pdt. Alexander Rondonuwu, Ketua Umum Budha Wijaya Candra, Ketua Divisi BK opsir Mjr Erick Kape, Ketua umat Hindu I Ketut Suarsana dan Pendeta Armin Tamalang.

Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan sebagai sarana komunikasi silahturahmi antar umat beragama dalam membina kesatuan dan persatuan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Terkait dengan tragedi pembunuhan sadis yang menewaskan empat orang warga Lembantongoa, yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, pada Jumat 27 November 2020, FKUB menyepakati beberapa point sebagai tuntutan kepada pememerintah daerah (Pemda), TNI dan Polri.

Pertama; FKUB dan PGLII serta FUKRI meminta Pemda, Polri dan TNI segera menuntaskan permasalahan tragedi pembunuhan di desa Lembangtongoa Sigi serta memberikan empati yang bisa meringankan beban keluarga korban.

Kedua; FKUB dan PGLII serta FUKRI mengimbau semua pihak dan umat beragama, untuk menahan diri, dan tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang provokatif berbau SARA.

Ketiga; FKUB dan PGLII serta FUKRI menegaskan agama apapun di muka bumi ini, termasuk di Indonesia dan di Sulawesi tengah, tidak mengajarkan dan membenarkan perilaku membunuh sesama manusia. Bahwa setiap agama mengajarkan kepada seluruh penganutnya untuk saling menyayangi, menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, walaupun agama berbeda.

Keempat; FKUB dan PGLII serta FUKRI menghimbau kepada semua pihak untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib untuk ditangani dan tidak main hakim sendiri serta mendukung Kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.

Kelima; FKUB dan PGLII serta FUKRI Meminta kepada Pemda,TNI dan Polri Memberikan Jaminan keamanan kepada setiap agama dalam menjalankan ibadah terkhusus agama nasrani yang akan menghadapi perayaan natal 2020. [***]

Penulis: Thio Jum

Berita Terkait

Google News