Internet Berdampak Positif untuk Pasien Gangguan Mental

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Jurnalsulawesi.com – Di luar sana, tanpa banyak orang yang tahu, hidup segelintir manusia yang memilih ‘jalan pintas’ untuk menyelesaikan permasalahan hidupnya. Mereka yang diketahui mengalami gangguan mental yang disebut dengan non suicidal self-injury disorder (NSSID), memilih melukai diri sendiri dengan cara menggores kulit, membakar diri, dan memukul diri sendiri sebagai sugesti dapat mengurangi rasa sakit yang dideritanya.

Melansir dari laman The Health Site pada Selasa (24/7/2018), ternyata internet mampu membantu orang yang seringkali menyakiti dirinya. Terdapat studi yang mengungkapkan bahwa pesan positif yang disebarkan melalui internet atau media sosial mampu menjadi alat yang kuat untuk menolong orang yang sering melakukan self-injury.

Baca Juga

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Digital Health menunjukkan bahwa internet dapat memberikan informasi dan dukungan pada orang yang mengalami NSSI. Hal itu dikarenakan orang yang mengalami NSSI umumnya jarang mendapatkan dukungan positif di tempat lain.

Selain itu, penelitian mengungkapkan bahwa orang yang mengalami NSSI cenderung berada pada umur 14 hingga 24 tahun.

“Kami tahu bahwa orang-orang muda yang berjuang dengan cedera diri sering mengakses internet dan media online untuk mendapatkan dukungan sosial yang dibutuhkan,” kata Profesor di Universitas Guelph Kanda, Stephen Lewis.

Internet untuk Orang dengan Gangguan Mental
Meskipun terkadang terdapat komentar negatif, tapi hal tersebut tidak memengaruhi tingkat keputusasaan pasien NSSI.

Menurutnya, komentar positif yang disebarkan melalui media sosial atau online untuk orang yang mengalami NSSI mampu memengaruhi sikap orang yang mengalami NSSI. Hal tersebut mampu membantu dalam peningkatan pemulihan pasien NSSI. Oleh karena itu, tidak ada kekhawatiran untuk pasien NSSI dalam mengakses internet. [***]

Sumber; Liputan6

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News